|
Arwana Juga Dipasangi Chip |
|
Senin, 17 Maret 2008 | 12:12:04 |
|
SEMARANG (BCZ) Setelah louhan, kini arwana merah menjadi favorit para pecinta
ikan hias. Ikan yang biasa disebut super red arwana ini disuka karena
pesona warna sisik yang merah menyala disertai semburat kuning.
Spesies berhabitat asli di Sungai Kapuas Kalimantan Barat ini juga dipercaya sebagai simbol keperkasaan, kemakmuran, serta pembawa hoki.
Semua kelebihan tersebut membuat super red terkesan mewah dan ekslusif. Tak heran harganya meroket mulai dari Rp 5 juta hingga puluhan juta.
"Rp 5 juta itu untuk ukuran terkecil. Panjangnya 12-25 cm. Yang ukuran lebih besar lebih mahal lagi," kata Rizky, perwakilan perusahaan pengembangbiakan super red arwana yang mengikuti pameran flora dan fauna di Sri Ratu Pemuda.
Kesan ekslusif tersebut diperkuat dengan adanya sertifikat untuk setiap ekor ikan yang dibeli. Ikan mahal ini juga dilengkapi chip yang dipasang dengan cara dimasukkan dalam tubuh.
"Chip ini sebagai legalitas pemilik ikan. Meski dipasang di dalam, tak akan membuat pertumbuhan ikan terhambat," ujarnya. Nomor seri registrasi di dalam chip nantinya dapat dibaca dengan alat chip reader.
Melihat kepopuleran super red arwana tersebut, mungkin orang tak akan menyangka jika ikan ini dulunya hanya dijadikan ikan asin yang dimakan. Namun kini ’ikan asin’ itu telah naik pamor menjadi salah satu penghuni akuarium termahal.
Langkanya ikan ini juga menjadi salah satu penyebab harganya menjadi mahal. Sebab arwana merah bukan jenis ikan penghasil telur yang banyak. Jumlah telur yang dihasilkan seekor induk hanya 20-55 butir per tahun dengan persentase telur yang menetas tak lebih dari 50 persen.
Rizky mengatakan, merawat ikan ini juga tak boleh sembarangan. PH dan kondisi akuarium juga harus disesuaikan dengan habitat aslinya. "Akuarium sebaikya dibuat berwarna gelap. Dengan begitu akan kontras dengan warna merah sisiknya." (ric)
|