|
BATAM - Dua tahun, mungkin bukan waktu yang tepat untuk menilai
kinerja pemerintahan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota
Ria Saptarika. Karena bisa jadi, masih banyak yang belum selesai.
Tapi, dari dua tahun kepemimpinan mereka, kita juga bisa menilai,
membandingkan kinerjanya dengan visi dan misi mereka. Ada sebelas skala
prioritas yang dicanangkan Ahmad Dahlan dan Ria Saptarika untuk
mewujudkan Batam sebagai bandar dunia madani, sekaligus menjadi
lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
Yakni, meningkatkan kapasitas daerah dengan pemerintahan yang baik,
peningkatan kualitas SDM, peningkatan sarana dan prasarana serta
utilitas wilayah, peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan
kualitas kebersihan dan pengendalian banjir.
Lalu, meningkatkan fasilitas investasi, promosi dan daya saing Kota
Batam, peningkatan dunia kepariwisataan, nilai-nilai seni dan budaya
daerah, penertiban dan pembinaan penyandang masalah sosial, pemanfaatan
teknologi informasi dan peningkatan ketentraman, ketertiban dan
supremesi hukum.
Prioritas pembangunan itu diterjemahkan dalam kerja secara bertahap.
Setelah tahun pertama memimpin, tahun keduanya Dahlan-Ria terus
mewujudkan visi misinya itu dengan beragam kegiatan dan program.
Di bidang pekerjaan umum misalnya, ada pembangunan dan pemeliharaan
jalan dan jembatan/pelantar dan lain-lain. Di bidang peningkatan
utilitas perkotaan, ada pembangunan taman kota, lampu jalan, area
pedestrian, taman badan jalan, serta pengendalian banjir, dan
program pengembangan infrastruktur wilayah hinterland dan peningkatan
kualitas sumber daya. Di bidang pendidikan, Dahlan-Ria melakukan
pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi pendidikan
serta percepatan pembangunan pendidikan daerah hinterland.
Langkah itu bisa dilihat dengan pembebasan biaya pendidikan bagi
penduduk miskin dan kawasan hinterland, memberikan subsidi biaya
penyelenggaraan pendidikan (SBPP) bagi siswa SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan
SMK serta beasiswa prestasi bagi siswa negeri dan swasta dan lain-lain.
Di bidang kesehatan, program berobat gratis di Puskesmas, Posyandu dan
Pustu terus berlanjut. Di masa kepemimpinan Dahlan-Ria pula, Pemko
Batam menggratiskan perpanjangan KTP, ada program nikah massal gratis,
akte kelahiran gratis dan lainnya.
Di antara kerja-kerja keras mereka, tentu masih banyak yang belum
selesai. Tapi, mereka sudah berani memasang target. Seperti soal banjir
yang saban tahun terjadi misalnya, akan dituntaskan pada tahun 2010.
”Sekarang kita lakukan secara bertahap. Tahun 2010, banjir di Batam
kita tuntaskan,’’ kata Ahmad Dahlan.
Yang sudah terlihat jelas, adalah peraihan piala Adipura di masa
kepemimpinan Dahlan-Ria. Batam yang sempat menjadi kota terkotor,
dibawanya menjadi kota terbersih kategori kota besar.
Masa Dahlan-Ria, juga bisa disebut era naiknya pendapatan asli daerah
(PAD) Batam. Di dua tahun kepemimpinan mereka, PAD Batam terus
melonjak. Dari Rp81,799 miliar di tahun 2006, langsung naik menjadi
Rp111 miliar. Di tahun 2008 ini, targetnya kembali naik mencapai
Rp129,408 miliar.
Selain itu, beragam program dilaksanakan, mulai dari pembangunan
sekolah dan pemberian bea siswa di bidang pendidikan, hingga berobat
gratis di Puskesmas di bidang kesehatan.
Muaranya satu. Dahlan-Ria ingin memberikan yang terbaik kepada warga
Batam yang telah memilih mereka. ”Kadang-kadang tengah malam saya
merenung jauh. Kita harus membangun Batam ini dengan sebaik-baiknya,’’
kata Dahlan.
Di bidang pendidikan, misalnya, Pemko Batam di bawah kepemimpinan
Dahlan-Ria melaksanakan pemerataan dan akses pendidikan, peningkatan
mutu dan relevansi pendidikan serta percepatan pembangunan pendidikan
daerah hinterland.
Pemko Batam juga memberikan subsidi bantuan dana pendidikan bagi guru
yang berprestasi, mendirikan sekolah–sekolah berstandar nasional dan
internasional serta pelatihan terhadap siswa SMA.
Hingga akhir tahun 2007, jumlah sekolah negeri dan swasta mulai TK
hingga SMA tercatat sebanyak 645 sekolah. Dibandingkan jumlah penduduk,
angka ini belum berimbang. Siswa sekolah di Batam sendiri tercatat
sebanyak 125,166 siswa.
Sedangkan jumlah gurunya sebanyak 7,003 orang. Dari jumlah itu, dari
892 orang guru SD/MI negeri, 50 persen di antaranya sudah lulus program
penyetaraan Diploma II PGSD. Juga ada enam guru yang sudah SII.
Wali Kota Ahmad Dahlan dan Wakil Wali Kota Ria Saptarika punya
cita-cita menjadikan Batam sebagai kota tujuan wisata dunia. Untuk
mewujudkan itu, Pemko Batam punya program Visit Batam 2010 dan
menargetkan kunjungan 1,5 juta turis asing.
Persiapannya, sudah dilaksanakan di tahun kedua kepemimpinan
Dahlan-Ria. Seperti pembangunan sarana dan prasarana obyek wisata
dengan menata sejumlah obyek wisata pantai dan pemugaran rumah tua.
Salah satu lompatan besar program Wali Kota Batam Ahmad Dahlan-Wakil
Wali Kota Ria Saptarika di bidang kesehatan adalah menggratiskan
berobat di Puskesmas. Program Puskesmas gratis yang mereka canangkan di
tahun kedua memimpin Batam itu, terus berlanjut sampai sekarang.
Program di awal tahun 2007 itu, tentu saja langsung diserbu warga.
Kunjungan ke Puskesmas yang biasanya hanya 50 pasien per hari, sejak
digratiskan melonjak jadi 150 pasien per hari.
Batam juga mendapatkan adipura di era Dahlan-Ria. Bahkan, secara
pribadi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan, Batam hebat
kepada Ria Saptarika, saat menyerahkan piala Adipura.
Pemko Batam juga membangun infrastruktur, termasuk jalan dan drainase.
Tahun ini, ada pembangunan lampu jalan di 5.500 titik, pembangunan RSUD
di Batuaji, Gedung Pemuda dan lainnya.
Dahlan juga termasuk Wali Kota yang tak segan menghukum pegawainya,
jika terbukti melanggar disiplin pegawai. Sejumlah pegawai diberi
sanksi seperti teguran lisan, teguran tertulis, pernyataan tidak puas,
penundaan kenaikan gaji berkala dan penundaan kenaikan pangkat. Ada
juga yang dibebastugaskan sebanyak dua orang dan diberhentikan dengan
hormat tidak atas permintaan sendiri tiga PNS dan honor daerah.
Di bidang sosial, Pemko Batam juga mendirikan rumah tinggal yang bisa
menampung sebanyak 102 orang siswa dari berbagai wilayah di daerah
hinterland Kota Batam. Upaya ini dilakukan untuk meringankan beban
orang tua siswa dari keluarga yang kurang mampu di wilayah hinterland
serta mengatasi kendala transportasi yang selama ini menjadi beban para
orang tua dan pelajar itu sendiri.(med)
|