Kemudahan memberikan layanan publik dibidang kependudukan dan catatan sipil
Peternakan Babi Akan Kembali Ditertibkan
Sabtu, 6 Desember 2008 | 14:55:09
Batam (BCZ) Setelah menggusur peternakan babi di Kampung Nias,
Dinas KP2K akan kembali menggusur ternak babi yang berada di luar area
pagar bandara. Katanya, area bandara harus steril dari apa pun, karena
bisa berdampak pada pencabutan status izin internasional yang sudah
dikantongi Bandara Hang Nadim..
Penertiban ini akan dilakukan oleh KP2K setelah permasalahan penertiban di Kampung Nias selesai. Saat ini, korban penggusuran dari Kampung Nias bertahan di DPRD Kota Batam.
"Mereka yang di luar pagar itu juga sudah diberi saguh hati. Mereka sudah kita ingatkan untuk pindah," kata Suhartini.
Ia dengan tegas mengatakan, penggusuran peternakan babi ini akan terus berlanjut. Untuk warga yang sudah digusur, sebelumnya sudah diberikan saguh hati. Namun, warga tersebut tidak mau menerima. Katanya, untuk satu KK bagi yang tidak mau menempati kavling di Sagulung akan mendapat saguh hati Rp2,5 juta. Jika mau menempati kavling yang sudah disiapkan, warga diberi saguh hati Rp500 ribu per KK.
"Kita sudah siapkan saguh hati, kalau mereka tidak mau terima ya mau gimana lagi. Sebagai kepala dinas, tugas saya untuk menertibkan mereka," kata Suhartini.
Menurutnya, masih banyak titik-titik peternakan babi yang akan digusur. Katanya, ini baru satu titik yang digusur dan akan dilanjutkan dengan penertiban peternakan babi di sekitar Dam Duriangkang. Untuk penertiban di Duriangkang, baru akan dilakukan pada 2009 atau di awal tahun mendatang. Karena, akhir tahun 2008 ini tidak mungkin dilakukan, karena proses penggusuran di Kampung Nias yang belum selesai termasuk penertiban peternakan yang ada di area luar pagar bandara.
"Kita tetap jalan terus melakukan penertiban, semua tempat yang sudah kita data dan ada peternakan babinya disana akan kita tertibkan," pungkasnya.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas KP2K, terdapat 221 KK yang beternak Babi. Dengan jumlah ternak sebanyak 8.093 ekor yang tersebar di enam titik kecamatan. Yakni di Kecamatan Nongsa, Sei Beduk, Batuajji, Sagulung, Bulang dan Sekupang. Menurut Yusfa, usaha peternakan yang dilakukan ini adalah ilegal dan akan ditertibkan secara bertahap.
Paling banyak jumlah ternak Babi yakni di Kecamatan Nongsa mencapai 3.861 ekor. Sementara itu di urutan kedua yakni Kecamatan Sagulung yang terdapat di tiga kelurahan sebanyak 2.104 ekor. Kecamatan Batuaji 872 ekor, Bulang 120 ekor, Sekupang 314 ekor dan Sei Beduk 822 ekor. Solusi yang diberikan oleh Pemko yakni mencarikan pembeli.(deo/BN)
Singapura (BCZ) Para pengguna internet diharapkan untuk berhati-hati
akan keberadaan virus baru yang menamakan dirinya sebagai ‘Virus
Michael Jackson’.
Batam (BCZ) Pembelian rumah di Perumahan
Residen Nirwana, Tiban seluruh type yang sedang dipasarkan mendapatkan
hadiah atau bonus secara langsung, tanpa ada pengundian.
Batam (BCZ) Bagi pemilik rumah yang sangat peduli dengan
penampilan rumahnya, tentu akan sangat memperhatikan dekorasinya,
sehingga rumah akan menjadi terlihat lebih indah dan elegan.