|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
PT GTA mempunyai waktu selama 14 hari untuk memenuhi kewajiban mereka
Today's Must-Reads
Tak Ada Bioskop, Ingin Nonton Laskar Pelangi
Selasa, 14 Oktober 2008 | 08:57:51
Ironi Warga Beltong yang Menjadi Setting Film Laris ''Laskar Pelangi''
Film Laskar Pelangi tengah menjadi perbincangan masyarakat awam hingga presiden. Antrean panjang penonton selalu memenuhi gedung bioskop yang memutar film tersebut. Ironisnya, masyarakat Belitong -yang menjadi setting film itu- malah belum bisa menyaksikan film tersebut karena di pulau penghasil timah itu memang tidak ada gedung bioskop. Alizar, Marwan, Budi Rahmad, Heri - PANGKALPINANG

Di saat sebagian besar orang membicarakan dan menyaksikan film Laskar Pelangi, warga Belitong hanya bisa ''bengong''. Mereka hanya bisa mendengar karena memang belum melihat langsung film tersebut.

Sampai saat ini mereka hanya bisa mengeluh. Salah satu keluhan disampaikan lewat SMS. ''Ironis memang...film Laskar Pelangi yang membanggakan heboh di jagat Nusantara, tapi kami warga Babel tidak dapat menyaksikannya di negeri sendiri.''

Ada juga yang menyampaikan keluhan secara langsung, seperti yang dilakukan Hendra, mahasiswa asal Bangka Belitung. ''Sebagai orang Babel, kita malu. Mestinya para pejabat negeri ini lebih malu lagi. Novel Laskar Pelangi telah diangkat ke layar lebar dan telah ditonton jutaan orang di luar Babel. Tapi, (film itu) tidak pernah dinikmati masyarakat Babel sendiri,'' ujarnya.

Tak berbeda dengan masyarakat Pangkalpinang di Pulau Bangka, warga di lokasi kisah Laskar Pelangi pun sangat berharap adanya solusi agar mereka bisa menonton langsung film yang diangkat dari kisah nyata pendidikan di Belitong tersebut. ''Kami tak muluk-muluk, nonton dengan layar tancap pun jadilah. Yang penting, bisa nonton. Laskar Pelangi adalah kebanggan kita,'' kata Rina, yang mengaku guru di Kabupaten Belitung Timur.

Sebagai guru, Rina mengaku tergugah perasaan dan semangatnya setelah membaca novel itu. ''Apalagi kalau bisa nonton filmnya. Mudah-mudahan bisa meluruskan niat kita untuk menjadi guru yang sebenarnya,'' harapnya.

Senada dengan warga Babel lainnya, warga Belitung pun mengungkapkan kekecewaan mereka. Fitriyadi, warga Jalan Baru, Tanjungpandan, misalnya, sangat menyayangkan hal itu. Semestinya, pemerintah atau pihak (produser) film menayangkan film tersebut di Kabupaten Belitung. ''Terus terang, saya ingin sekali menonton film itu. Kan aneh, kita orang Belitung kok belum nonton film yang dibuat di Belitung dan pengarang bukunya juga orang Belitung," ujarnya.

Menurut Fitriyadi, sempat beredar kabar yang cukup menggembirakan. Pada saat pembuatan film dilakukan di berbagai tempat di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, warga setempat akan diajak nonton bareng. Sampai sekarang, kabar tersebut belum juga terwujud.

Seperti halnya Fitriyadi, Ani dan Rudi, pelajar SMA swasta di sana, mengungkapkan hal yang sama. Menurut mereka, hampir semua pelajar di Tanjungpandan ingin sekali menonton film tersebut. Karena belum bisa menikmati filmnya secara utuh, mereka hanya bisa menikmati klip video grup musik Nidji yang menjadi sound track film itu.

Mereka pun memburu klip tersebut untuk disimpan di HP. ''Kita sangat berharap ada orang yang menanyangkan film tersebut, entah siapa orangnya, kita akan mengucapkan terima kasih, segudang terima kasih juga akan kita berikan, atau bayar juga tidak apa-apa kok," tandas Rudi.

Kabar yang beredar, produser Laskar Pelangi, Andrea Hirata, berjanji memutar film tersebut di Tanjungpandan, Belitung, dan Manggar Belitung Timur pada 25 Oktober mendatang dengan layar tancap. Namun, informasi itu belum diketahui kebenarnnya. Humas Pemkab Beltim sendiri tak bisa memastikan jadi atau tidaknya pemutaran film tersebut.

Wali Kota Pangkalpinang Drs H Zulkarnain Karim MM juga menyesalkan ironi itu. ''Kami sedang rundingkan dengan Dinas Pendidikan atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk diputar di GOR Indor,'' ujarnya. (*/jpnn/ruk)
 
NUSANTARA [ indeks ]

OLAHRAGA [ indeks ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Harimau Putih Bunuh Pekerja di Kebun Binatang Singapura Singapura (BCZ) Masih ingat kejadian minggu lalu ketika seorang petugas cleaning service berkewarganegaraan Malaysia tewas diserang dua ekor harimau  putih di Kebun Binatang Singapura?
    Florida (BCZ) Seorang anak berusia 19 tahun telah melakukan bunuh diri yang disiarkan secara langsung lewat webcam melalui situs www.justin.tv
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us