|
Batam (BCZ) Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengakui tidak dapat
mengatasi jumlah pengangguran Batam yang terus bertambah. Saat ini,
jumlah pengangguran Batam sudah mencapai hampir 7 ribu jiwa.
”Kita akui, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tidak dapat mengatasi masalah tenaga kerja di Batam. Angka pencari kerja begitu tinggi,” kata Dahlan di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.
Angka ini terus bertambah setiap tahunnya sementara pengangguran sebelumnya masih belum mendapat pekerjaan. Pendatang, katanya, tertarik dengan iming-iming pertumbuhan ekonomi dan isndustri Batam.
”Selama ada yang datang, angka pengangguran tidak dapat ditekan,” katanya.
Salah satu jalan yang akan ditempuh Pemko Batam untuk mengurangi jumlah pengangguran yaitu dengan menggelar bursa kerja dengan melibatkan partisipasi perusahaan dalam dan luar Batam. Menurut Dahlan perekrutan melalui bursa kerja sangat membantu. Soal kecilnya angka serapannya, menurut Dahlan, karena memang keahlian pelamar saja yang kurang.
”Jadi bukan karena mereka (perusahaan) segan dengan Pemko dan sekadar ikut bursa saja,” bantahnya.
Kalau cuma tamat SMA, tambahnya, tidak perlu ke Batam, kecuali untuk jadi operator. Dahlan berpesan, pencari kerja di Batam harus memiliki keahlian. Jika tidak, katanya, sebaiknya kembali saja ke daerah masing-masing.
”Kepada perusahaan, utamakan juga pencari kerja di Batam, tapi tetap perhatikan skillnya,” kata orang nomor satu di Pemko Batam ini menutup keterangannya. (BP)
|