Bermula dari Nonton Power Rangers
BATAM - DUA murid sekolah dasar (SD) diduga mencabuli tentangganya
sendiri, sebut saja Mawar, bocah berusia lima tahun di ruli kebun
sayur, Tanjungpiayu.
Aksi pencabulan tersebut terjadi, Selasa (7/10) lalu di sebuah rumah yang ditinggal penghuninya. Kasus ini sedang ditangani unit RPK Poltabes Barelang.
Kejadiannya bermula saat pelaku dan korban sedang asyik bermain di rumah kosong itu. Selain korban, saat itu ada Ha (9), An (7), dan Da (8). Ketiganya murid SD. Mereka kemudian memutar film Power Ranger bersama korban.
Saat sedang menonton, tiba-tiba timbul rencana Ha untuk mengerjain korban. Murid kelas III SD ini mengajak dua rekannya, An dan Da untuk melaksanakan niatnya itu. An dan Da tergoda. Dua murid SD itu pun membujuk sang bocah untuk menuruti kemauannya. Saat pencabulan itu terjadi, Ha ternyata memilih meninggalkan tempat. Ia tidak ikut.
Kasus ini akhirnya terungkap setelah para bocah ini menceritakan apa yang mereka lakukan kepada teman-temannya di sekitar rumahnya. Rupanya pembicaraan ini akhirnya terdengar ke telinga ibu korban yang baru saja pulang dari tempat kerjanya. Setelah mengetahui anaknya diduga telah dicabuli, ibu korban langsung menanyakan kebenaran cerita tersebut ke korban, namun korban tak dapat menjelaskan secara terperinci apa yang sebenarnya terjadi.
Korban kemudian menyuruh ibunya untuk menanyakan kejadian tersebut kepada Da. Da akhirnya mengaku telah berusaha mencabuli korban atas ajakan Ha.
Orang tua korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Poltabes untuk dilakukan proses hukum. Polisi enggan membeberkan kronologi kejadian yang melibatkan anak di bawah umur itu. Sejauh ini, polisi masih menunggu hasil visum dari tim medis.
Kejadian ini begitu memukul orangtua korban. Ibu korban dikabarkan sempat dua kali pingsan begitu mengetahui sang anak telah dicabuli.
Siang kemarin, korban dan ibunya masih menjalani pemeriksaan di ruang RPK Poltabes Barelang. Korban sesekali terlihat girang. Ia bermain, berlari ke sana kemari. Tingkah polah sang bocah, kerap membikin ibunya tersenyum.
Wartawan sempat mendekati korban ketika ia bermain di luar ruang pemeriksaan RPK.
Semula, ia mau diajak bicara. Dengan ucapan yang kurang jelas, bocah lima tahun itu menyebutkan nama dan tempat tinggalnya.
Namun, saat ditanya bagaimana pelaku mencabulinya, ia geleng kepala lalu dengan manja mengatakan, ”Tak tahu.”
Sejurus kemudian, korban memilih menjauh. Saat salah seorang ibu memanggil dan hendak menggendongnya, sang bocah tetap emoh. ”Tak mau, takut sama om,” ucapnya sambil berlari masuk ke ruang RPK.
”Mungkin ia trauma,” kata ibu tadi, yang mengaku sempat berbicara dengan ibu korban.
H. Batubara (67), kakek salah satu dari bocah tersebut mengatakan, mereka seharusnya bebas bermain dan bercengkerama bersama teman-temannya serta kumpul bersama orang tuanya.
”Cucu saya mengaku telah rindu pulang dan ingin kumpul bersama bapak dan ibunya. Selain itu dia juga menyatakan mau pergi ke sekolah dan bertemu dengan teman-temannya,” lirihnya.
Ia mengaku setuju apabila kasus yang menimpa anak-anak tersebut diselesaikan secara hukum.
Namun, Batubara berharap kasus tersebut dapat diselesaikan secara profesional karena para tersangka masih anak di bawah umur dan masa depan mereka masih sangat jauh. ***
|