|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
PT GTA mempunyai waktu selama 14 hari untuk memenuhi kewajiban mereka
Today's Must-Reads
Nomer Urut Caleg Rugikan Perempuan
Jumat, 10 Oktober 2008 | 13:20:54
Batam (BCZ)  Kaum perempuan di Batam, Bintan, Tanjungpinang dan juga kabupaten lain di Provinsi Kepri sulit duduk di kursi legislatif.

Penempatan perempuan bukan pada nomor urut satu (nomor jadi), menjadi bukti bahwa sulitnya perempuan masuk ke legislatif pada tahap awal ini sudah terlihat.

Pengurus Kaukus Perempuan Politik (KPPI) Kota Batam, Rosmiati menyebutkan, saat ini sebagian besar partai di kota Batam menempatkan perempuan tidak di nomor satu. Dalam UU No.31/2002 tentang Parpol dan UU No.12/2003 tentang Pemilu dipaparkan bahwa kesetaraan jender dapat dicapai. Caranya, dengan peningkatan jumlah perempuan di parpol dan legislatif.

”Sistem nomor urut tetap menjadi prioritas. Kalau bukan nomor satu, tentu suaranya akan lari ke nomor lain. Hasilnya, lagi-lagi kuota 30 persen perempuan di parpol dan legislatif hanya isapan jempol semata. Krisis perempuan di legislatif akan terulang lagi. Ini juga dikeluhkan organisasi perempuan lain di Kepri ini,” paparnya.

Perlu diketahui, tambah Rosmiati, tokoh perempuan di tengah masyarakat sudah berkurang semangatnya terjun di Pemilu 2009. Penyebabnya, di samping rendahnya keinginan parpol memberikan nomor jadi untuk perempuan,  juga masih kurang kompaknya kaum perempuan menggolkan kaum mereka sendiri ke kursi legislatif.

Menurut Rosmiati, perempuan di kota/kabupaten di Kepri ini jumlahnya lebih banyak dari kaum lelaki. Terjadi banyak persoalan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penggunaan narkoba, kasus pelacuran, perdagangan anak di bawah umur. Umumnya, yang menjadi korban adalah kaum perempuan.

Secara moral, yang lebih merasakan persoalan perempuan adalah perempuan itu sendiri. Pertanyaannya. Kenapa kaum perempuan tidak berjuang meloloskan sebanyak-banyaknya kaumnya duduk di legislatif. Jangan sampai lagi terjadi, perempuan mengeluh karena aspirasi mereka kurang didengar di dewan.

”Kalaupun periode 2004-2009 ada legislator perempuan. Jumlahnya sangat sedikit. Tidak mencapai satu fraksi. Mereka selalu kalah dalam suara. Dampaknya, aspirasi untuk perempuan jadi tersumbat,” ujar Rosmiati. (BP/sta)
 


 
NUSANTARA [ indeks ]

OLAHRAGA [ indeks ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Harimau Putih Bunuh Pekerja di Kebun Binatang Singapura Singapura (BCZ) Masih ingat kejadian minggu lalu ketika seorang petugas cleaning service berkewarganegaraan Malaysia tewas diserang dua ekor harimau  putih di Kebun Binatang Singapura?
    Florida (BCZ) Seorang anak berusia 19 tahun telah melakukan bunuh diri yang disiarkan secara langsung lewat webcam melalui situs www.justin.tv
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us