Raja Mustakim: Ini Black Campaign
BATAM - Raja Mustakim dan
Sl, dua caleg sebuah parpol dilaporkan dalam kasus dugaan
perselingkuhan di unit RPK Poltabes, kemarin. Laporan itu disampaikan
langsung oleh Asnita, istri Raja Mustakim.
Asnita yang juga pegawai negeri sipil Pemko Batam ini mengaku mulai mengendus bau perselingkuhan sang suami sejak setahun lalu. Namun, saat itu ia belum begitu percaya lantaran ia belum pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri.
Belakangan ia terus mencoba mencari tahu kabar miring yang menerpa rumah tangganya itu. Apa yang menjadi kecurigaannya selama ini pun terbukti. Tanggal 11 September lalu, ia memergoki sang suami berduaan dengan Sl di Perumahan Rosdale, Batam Center.
”Saya dapati di ruang tamu di rumah Suilan di Rosdale. Cewek itu pakai baju tidur. Ia langsung naik lantai dua saat saya masuk rumah,” kata Asnita di Mapoltabes Barelang, kemarin.
Ibu satu anak yang tinggal di Villa Panbil, Mukakuning, ini mengatakan, saat menjumpai sang suami di rumah Sl, sempat terjadi cekcok mulut. ”Ia ngaku sudah kawin. Saat saya tanya, ia hanya bilang itu urusan dia,” ujarnya.
Asnita juga mengaku dipaksa oleh suaminya untuk menandatangani surat untuk menghibahkan saham dan aset PT RIS (Raja Indosia Simandola) ke anaknya, yang berusia lima tahun. Di perusahaan tersebut, Asnita duduk sebagai komisaris, sementara Raja Mustakim adalah direktur utamanya.
Saat ditanya, apakah akan ada upaya cerai atau sebaliknya memaafkan sang suami jika seandainya mengakui kesalahannya? ”Tak tepat bicara itu sekarang,” jawab Asnita diplomatis.
Sementara itu, Raja Mustakim yang dikonfirmasi soal dugaan perselingkuhannya dengan Sl menegaskan bahwa Asnita bukan istrinya lagi.
”Selingkuh apa? Ia bukan istri saya lagi. Secara agama saya sudah putus,” katanya, melalui ponselnya.
Ia mengatakan, sudah menjatuhkan talak terhadap Asnita. Urusan perceraiannya sudah sampai ke meja Pengadilan Agama. Bahkan, sidangnya sudah pernah digelar. ”Tinggal administrasi kenegaraannya. Saya tunggu surat,” katanya lagi.
Politisi ini menilai kejadian tersebut sebagai sebuah bentuk black campaign atau kampanye negatif terhadap dirinya. (why)
|