|
Batam (BCZ) Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana memberi tanda pengaman khusus pada KTP/KK yang dikeluarkan oleh instansi berwenang.
Tahap awal sistem ini akan diujicobakan pada 2 kantor camat yaitu kantor camat Batu Ampar dan Nongsa. Penggunaan barcode tersebut merupakan langkah konkrit yang dilakukannya setelah sebelumnya menerapkan program SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) di Kota Batam.
Wakil Walikota Batam Ria Saptarika mengatakan , kini masih berada pada tahapan melakukan pematangan terhadap penggunaan piranti-piranti yang akan dipakai pada sistem aplikasi yang dikembangkan. Pihak yang dilibatkan tidak hanya Badan Kominfo, tetapi juga Disduk dan operator SIAK ditingkat Kecamatan. Ria optimis, pada tahun 2009 semua kecamatan di mainland sudah bisa mengujicobakan sistem itu.
"Secara umum, rencana penerapan sistem aplikasi ini sudah siap. Tinggal sekarang kita melakukan upaya perbaikan kualitas alat dan jaringan yang kita pakai serta sosialisasi ke masyarakat. Mudah-mudahan pada tahun 2009 nanti, program SIAK Plus ini sudah bisa jalan secara keseluruhan di sembilan wilayah kecamatan yang ada di kawasan mainland," ungkap Ria.
Menurutnya, secara tekhnis dan non tekhnis baru dua wilayah kecamatan yang baru bisa diterapkan sistem. Penggunaan Barcode pada KTP atau KK SIAK yang dikeluarkan Pemko Batam, semula memang sudah dijanjikan oleh Ir Ria Saptarika pada akhir 2008. Namun karena keterbatasan anggaran, pada pembahasan materi Perda APBD Perubahan Tahun 2008, anggaran bagi pengadaan alat scaner barcode, ditunda hingga pembahasan APBD Murni 2009.
Dengan penerapan sistem barcode ini, nantinya tiap kecamatan memiliki dua alat scanner. Jika ini sudah berjalan, ia optimis takkan ada lagi KTP Bodong di Batam. Pengurusan KTP maupun KK tidak perlu repot lagi mengurus data pribadinya karena database kependudukan Kota Batam, sudah bisa menjadi acuan. Kalau ini sukses, tahapan selanjutnya, database kependudukan Batam akan dijadikan acuan untuk memberikan kemudahan bagi warga dalam melakukan pengurusan izin lainnya dan transaksi bisnis dengan lembaga non pemerintah. Misalnya bank.
Sementara itu, SDM yang menjadi operator SIAK di Kecamatan Batu Ampar dan Nongsa, diberi bekal khusus oleh Kominfo untuk menggunakan sistem aplikasi sofware SIAK Plus. Pembekalan tersebut dipandu sedetail mungkin. Bahkan Wawako sempat mendemonstrasikan, cara penggunaan alat tersebut. Dalam hitungan detik, tanpa banyak menggunakan perintah pada keyboard dan mouse laptop yang dipakai petugas, Ria bisa langsung melihat secara detail data diri dan keluarga yang sudah di input ke dalam database kependudukan Kota Batam.
"Untuk mencari data di mesin pencari database SIAK Batam, cukup ketik nama lengkap, atau nama depan, nama belakang, tengah dan tanggal lahir saja. Setelah itu tunggu saja komputer bekerja. Insyaallah pada hitungan detik, semua informasi yang ada pada database segera keluar. Kecuali bagi yang belum terdata. Kini sudah lebih 450 ribu nama yang ada dalam database Kota Batam. Dan sistem database SIAK tersebut sudah bersih dari nama warga yang dobel," pungkasnya.(BN/deo)
|