|
Bromo (BCZ) Kampung Raos Baru, Kabupaten Bromo kemarin geger karena Untung, seorang kakek berusia 75 tahun ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya. Diduga dia nekat melakukan itu karena istrinya menolak saat diajak berhubungan intim.
Kejadian memilukan itu pertama kali ditemukan sang anak, Srimin sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, Srimin ingin membangunkan sang ayah di kamar tidurnya. Namun, ketika pintu dibuka, ia menjumpai ayahnya tergantung pada seutas tali rawe (benang besar).
Tali berwarna putih yang melilit di lehernya itu diikatkan pada lubang ventilasi di atas pintu kamarnya. Untuk melakukan itu, Untung menggunakan kursi sebagai pijakan. Dimungkinkan, setelah tali diikatkan pada lehernya, kursi tersebut ditendang dan dia langsung menggantung.
"Saat buka pintu, saya sempat nggak bisa bernapas. Tapi, saya coba kuatkan untuk segera lapor ke Pak RT. Saya masih nggak percaya, kenapa bapak bisa berlaku seperti ini," ujar Srimin didampingi adik perempuannya saat dimintai keterangan oleh petugas Polsek Gempol.
Beberapa saat setelah kejadian, petugas dari Polsek Gempol langsung meluncur ke TKP. Di Dusun Raos Baru, tepatnya di gang V RT 01 RW 02 Desa Carat, sudah banyak orang bergerombol. Mereka ingin melihat dari dekat kejadian tersebut.
Petugas pun melakukan olah TKP dengan terlebih dulu mengevakuasi korban. Saat itu, tubuh korban sudah kaku dan jari-jari tangannya menggenggam. Mulutnya mengeluarkan air liur dan dari kemaluannya mengeluarkan sperma. Bahkan, saking kuatnya ikatan talinya, tulang lehernya sampai patah.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban melakukan aksi nekat itu karena sedang punya masalah dengan sang istri.
"Mangke nek kulo omongke rodok saru. Tapi, kenyataane pancen kados ngoten (Kalau saya omongkan agak memalukan. Tapi, kenyataannya memang seperti itu, Red.)," cetus adik Srimin saat itu.
Hal itu kemudian dipertegas anak-anak Untung, soal alasan ayahnya nekat gantung diri diduga karena Untung yang sudah berusia senja meminta 'jatah' pada sang istri, Umi. Namun, sang istri menolak dengan alasan sudah terlalu tua untuk berhubungan suami istri. Bahkan, usia sang istri lebih tua dari pada korban, yakni 80 tahun.
"Ibu sendiri jalan saja sudah tunuk-tunuk (membungkuk-bungkuk). Mana mungkin bisa melayani permintaan Bapak," cetusnya.
Pihak tetangga juga mendengar persoalan Untung dengan istrinya ini sudah lama terjadi. Bahkan, karena selalu mendesak sang istri, Umi terpaksa minta pisah ranjang dengan tidur di rumah anaknya di Raos gang 13. Adegan pisah ranjang ini rupanya sedikit meluluhkan hati Untung. Ia pun 'diislahkan' kembali oleh anak-anak dan keluarganya untuk bisa bersatu lagi.
Namun, beberapa hari setelah satu rumah lagi, gairah sang kakek ini kembali memuncak. Dia minta 'jatah' lagi. Sang istri tetap tidak menuruti, karena alasan kondisi yang tidak memungkinkan. Karena itu, akhirnya Untung memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kapolres Pasuruan AKBP Setyo Boedi MH melalui Kapolsek Gempol, AKP Taufik Yulianto menegaskan dirinya bersama jajaran anggotanya sudah langsung mengevakuasi korban untuk dimintakan visum di RSUD Bangil.
"Kami juga minta pada pihak keluarga untuk bersabar dan mengikhlaskan kepergian korban," cetus Kapolsek AKP Taufik Yulianto. (jpnn/day)
|