|
Samarinda (BCZ) Selasa (30/9) sekitar pukul 20.30 WIB lalu atau bertepatan
dengan malam Hari Raya Idul Fitri 1429 H, seorang bayi dilahirkan
dengan kondisi yang sangat memiriskan hati. Bayi tersebut terlahir
dengan kelainan tak memiliki kedua telapak tangan dan telapak kaki.
Bayi itu juga diketahui tak memiliki lubang anus. Tak cuma itu, bayi tersebut juga mengalami kelainan pada usus dan saluran kencingnya yang diklaim terhubung dengan saluran baru yang seharusnya tak ada pada manusia normal.
Bayi tersebut merupakan buah dari pasangan Rahmandhani dan Nurhalifah, warga Jl Wanyi RT 10 No 28 Perumahan Bengkuring, Sempaja Utara, Samarinda Utara. Selasa (7/10) ini, bayi berkelamin laki-laki itu berusia 8 hari.
Kini bayi berwajah bulat dengan kulit putih bersih tersebut, dirawat di ruang Pediatric Intensif Care Unit (PICU) RSUD AW Sjahranie Samarinda untuk menjalani perawatan intensif akibat kelainan yang dialaminya. Terutama akibat tak adanya anus yang berfungsi sebagai saluran pembuangan.
Rupanya, bayi dengan berat 2,4 Kg itu, sejak dilahirkan di sebuah praktik bidan di kawasan Bengkuring, belum diberi nama oleh orangtuanya. Pasca dilahirkan, bayi itu dibawa ke RSUD AW Sjahranie pada Rabu (1/10) pagi lalu.
Bayi malang itu kini dirawat di dalam tabung inkubator. Kedua tangan dan kaki serta di beberapa bagian tubuhnya dipasangi alat untuk memantau perkembangan kondisinya. Suara tangisannya sayup-sayup terdengar menembus tabung inkubator. Tampak jelas pula kedua tangan dan kakinya yang tak memiliki telapak dan jari.
Fonny, dokter yang terlibat menangani bayi itu menjelaskan, tim medis telah melakukan operasi pembuatan saluran pembuangan sementara, Sabtu (4/10) lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Anus sementara itu terletak di perut kiri.
Kondisi sang bayi tersebut kini masih stabil. Jantung dan organ lainnya juga berfungsi dengan baik. Termasuk tangan dan kakinya yang mampu bergerak normal. Tim medis optimistis bayi tersebut akan mampu menggunakan kakinya untuk berjalan dan tangannya untuk beragam aktivitas meski tanpa telapak.
"Pasien ini mengalami kelainan bawaan sejak lahir yakni Multiple Corgenital Extremitas Anomaly yang berupa tidak terbentuknya telapak tangan dan jari-jari di kedua tangan dan kakinya serta Malformasi Anorectal Fistle Recto Urethra yang artinya, kelainan formasi pada anus dan usus yang terhubung dengan saluran baru menuju saluran kencingnya," terangnya.
Ditambahkan Fonny, saluran pembuangan sementara yang dibuat tim medis nantinya akan dimodifikasi menjadi permanen saat pasien tersebut sudah memenuhi standar usia dan berat badan. Sehingga dipastikan akan ada operasi lanjutan.
Humas RSUD AW Sjahranie, dr Hj Nurliana Adriati Noor membeberkan, pembiayaan masih ditanggung pihak keluarga pasien. Pasalnya, keluarga pasien tidak memiliki surat jaminan kesehatan untuk keluarga miskin.
Padahal, keluarganya yang berasal dari kalangan kurang mampu tentu saja akan kesulitan untuk membayar biaya pengobatan.
"Pasien berasal dari keluarga tak mampu. Namun hingga kini pembiayaan masih ditanggung pihak keluarga. Pasalnya, keluarga pasien tak memiliki surat keterangan tidak mampu maupun jaminan kesehatan keluarga miskin," sebutnya. (jpnn/bm-2)
|