PT GTA mempunyai waktu selama 14 hari untuk memenuhi kewajiban mereka |
 |
Today's Must-Reads
Editorials
Akan sangat membahagiakan jika guru bantu dan PTT menjadi prioritas utama untuk dijadikan PNS
Penggunaan nama-nama tempat yang memakai bahasa asing akan ditertibkan | |
|
125 Tentara Dipaksa Turun |
|
Senin, 6 Oktober 2008 | 10:36:43 |
Naik KA tanpa Tiket di Stasiun Pasar Turi
Surabaya (BCZ) Tentara yang naik kereta api tanpa tiket di
Stasiun Pasar Turi kemarin (5/10) diturunkan secara paksa. Jumlahnya
tak tanggung-tanggung, 125 oknum. Mereka mencoba naik gratis KA Argo
Anggrek Surabaya-Jakarta dan KA Kertajaya.
Aparat yang mencoba ngemplang ongkos kereta itu diketahui kali pertama di KA Argo Anggrek yang dijadwalkan berangkat pukul 08.00. Tiga puluh menit sebelum kereta berangkat, polisi khusus kereta api (polsuska) dan petugas stasiun memeriksa tiket penumpang. Juga, pemeriksaan kereta makan, barang, dan mesin.
Nah, saat memeriksa mesin pembangkit listrik di rangkaian kereta paling belakang, petugas stasiun mendapati 50 anggota TNI ngumpet. Mereka bersembunyi di sela-sela mesin pembangkit listrik. ''Uyel-uyelan di sela-sela mesin,'' kata Kepala Stasiun Pasar Turi Subakir.
Dia pun minta agar para ''penyelundup'' tersebut turun. Namun, mereka bersikukuh ingin menumpang KA eksekutif itu. Setelah dipaksa polisi, keamanan stasiun, polsuska, plus aparat dari Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), mereka akhirnya mau turun. ''Lalu, mereka nyebar sendiri-sendiri,'' ujar kepala stasiun yang lulusan SMA tersebut.
Beruntung, tak terjadi insiden saat penurunan tersebut. Satu-satunya yang terganggu adalah jadwal pemberangkatan kereta yang molor lima menit.
Ternyata, 50 orang itu bukan satu-satunya tentara yang ''bandel''. Subakir beserta stafnya kembali menemukan tentara yang tak mau bayar tiket di KA Kertajaya. Di sepur kelas ekonomi itu, jumlah ''penyelundup'' lebih banyak, yaitu 75 orang. Semua anggota TNI.
Penurunan anggota TNI tersebut cukup melelahkan. Petugas stasiun harus kucing-kucingan dengan penumpang berambut cepak itu. Dihadang di kereta depan, mereka lari ke kereta belakang. Dikejar ke kereta belakang, mereka merangsek ke kereta depan.
Petugas pun tak kurang akal. Tiga puluh menit sebelum kereta berangkat, seluruh personel keamanan, polisi, serta Pomal serempak dari belakang dan depan memeriksa tiket. Penumpang tak bertiket langsung diturunkan dan disarankan membeli tiket. ''Kalau memang kapasitas kereta masih mencukupi, kami tunggu,'' ujar Subakir.
Saking jengkelnya, kepala stasiun yang berkecimpung di perkeretaapian sejak 1983 itu meminta agar petugas Pomal mengeluarkan penumpang nakal tersebut dari stasiun. Namun, tak sampai dikeluarkan, para oknum yang menggendong ransel hijau itu pergi meninggalkan stasiun. ''Padahal, kalau dia membeli tiket dan menunjukkan KTA (kartu tanda anggota, Red) kami beri potongan harga,'' ungkap mantan kepala Stasiun Surabaya Kota tersebut. (jpnn)
|
|  |
|
Internasional
-
Harimau Putih Bunuh Pekerja di Kebun Binatang Singapura
Singapura (BCZ) Masih ingat kejadian minggu lalu ketika seorang
petugas cleaning service berkewarganegaraan Malaysia tewas diserang dua
ekor harimau putih di Kebun Binatang Singapura?
Florida (BCZ) Seorang anak berusia 19 tahun telah melakukan bunuh diri
yang disiarkan secara langsung lewat webcam melalui situs www.justin.tv
|
Real Estate
-
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup... BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual... |
|
|