|
BATAM - Arus balik mudik Lebaran 1429 Hijriah di pintu masuk ke Batam,
baik melalui Bandara Hang Nadim maupun pelabuhan laut, mencapai
puncaknya, Ahad (5/10) kemarin. Tak ada kendala berarti dan semuanya
berjalan lancar.
Di Bandara Hang Nadim, jumlah penumpang di pintu kedatangan diperkirakan lebih 4.000 orang. Sebelumnya atau satu hari setelah Lebaran, pergerakan penumpang di Hang Nadim relatif normal. Jumlah penumpang datang hanya 2.747 orang sedangkan, sedangkan pada H+2, sekitar 3.200 orang.
”H+3 kemarin, jumlah penumpang datang meningkat cukup signifikan, sekitar 4.000 orang lebih,” kata Djohan Efendy, anggota Tim Monitoring Arus Mudik Lebaran Bandara Hang Nadim kepada Batam Pos, Ahad (5/10).
Kendati jumlah penumpang meningkat, namun suasana di pintu kedatangan terlihat cukup lancar. Tidak tampak kerumunan penumpang di ruang kedatangan maupun warga yang menjemput sanak-saudaranya di terminal.
Seperti biasa, petugas Perdaduk bandara Hang Nadim juga melakukan pemerikasaan KTP bagi setiap penumpang.
Namun hingga hari kelima Lebaran, petugas perdaduk baru menjaring 8 buah KTP luar dengan jaminan uang masing-masing Rp150 ribu. Sedangkan untuk para TKI, Perdaduk baru mencatat sekitar 150 orang TKI yang transit melalui Hang Nadim.
”Tahun ini jumlah KTP luar yangterjaring lebih sedikit dibanding pada arus balik Lebaran tahun lalu,” kata Tong Ju Siahaan, Ketua Pelaksana Perdaduk Bandara Hang Nadim. Ia mengatakan, petugas pemerikasaan KTP di bandara akan terus berlanjut hingga hari kesepuluh atau H +8 nanti.
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Bandara Hang Nadim, mengaku cukup lega arus balik Lebaran tahun ini berlangsung lancar. ”Alhamdulillah. Meski ini puncak arus balik, namun semuanya berjalan normal dan penumpang pun tidak terlalu padat,” kata Wako.
Wako mengaku menitikberatkan sidaknya terhadap pemeriksaan penumpang yang baru turun dari pesawat. Menurutnya, meski tidak semua penumpang diperiksa, namun petugas Perdaduk tetap harus memperketat pengawasan terhadap pendatang dari berbagai daerah di tanah air.
”Kita tidak mau pendatang tak beridentitas masuk ke Batam. Kalau dia mengaku TKI dan hanya transit beberapa lama di sini, silakan tunjukkan permitnya dan membuat pernyataan di atas materai. Perusahaan yang memberangkatkannya juga harus dicek betul,” katanya.
Ia mengatakan, Perdaduk dibuat bukan untuk melarang orang masuk ke Batam, melainkan untuk meningkatkan kualitas dan taraf hidup warga metropolis ini. Jangan sampai, lanjut Wako, pendatang baru terus berdatangan, sementara angka pengangguran dan kemiskinan terus meningkat. Belum lagi ketersediaan lahan dan air di Batam yang terbatas.
Pelabuhan
Sementara itu di pelabuhan telaga Punggur, suasana arus balik Lebaran sudah mulai sepi. Dari catatan Pos Pelabuhan Punggur puncak arus balik melalui pelabuhan ini justru terjadi pada hari H+1 atau hari ketiga Lebaran, yakni mencapai 9.093 penumpang yang datang.
”Hari keempat Lebaran hanya ada 7.318 penumpang yang datang melalui pelabuhan Telaga Pungur,” kata Muslimin, Kepala Pos Pelabuhan Telaga Punggur kepada Batam Pos, Ahad (5/10). Muslimin, jumlah penumpang yang masuk pada hari kelima lebaran (Ahad 5/10) diperkirakan akan lebih sedikit lagi dari hari-hari sebelumnya.
Di Pelabuhan Domestik Sekupang jutsru mencapai puncaknya, Ahad (5/10). Warga Batam yang baru saja merayakan Lebaran di kampung dan pendatang baru terus mengalir masuk. Diperkirakan lebih dari tiga ribu pendatang yang masuk melalui pelabuhan itu sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Dimulai kedatangan kapal dari daerah dekat Batam seperti Tanjungbalai Karimun, Moro dan Tanjungbatu. Hingga tengah hari kapal dari daerah sekitar Batam ini terus membawa penumpang dengan kapasitas penuh. Sekitar pukul 14.00 WIB giliran kapal dari daerah Sumatera daratan yang tiba membawa warga yang usai merayakan Lebaran di kampung.
Mereka memenuhi ponton dan ruang perdaduk. Seperti layaknya warga yang baru saja pulang kampung, mereka juga dijejali dengan bawaan, terutama travel bag dan kardus. Ramainya arus balik kemarin membuat petugas perdaduk kerepotan.
Berdasarkan data dari Perdaduk Pelabuhan Domestik Sekupang, sejak hari pertama Lebaran hingga Sabtu (4/10) lalu jumlah warga masuk Batam telah mencapai 7.833. Perinciannya, pada hari Lebaran jumlah warga yang masuk hanya 165 orang, kemudian hari kedua meningkat tajam hingga 1.829 orang. Lalu pada hari ketiga, meningkat lagi mencapai 3.250 orang. Sementara pada hari keempat atau Sabtu, warga yang masuk sebanyak 2.589. Sehingga jika digabungkan dengan yang datang kemarin menacapi 10 ribu orang.
”Ini akan terus berlanjut sampai satu minggu ke depan karena anak sekolah masih libur,” ujar Plt Ketua Pelaksana Pengendalian Pendatang Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam di Pelabuhan Domestik Sekupang, Syahrial, kemarin.
Meningkatnya jumlah warga yang datang juga menyebabkan meningkatnya penjaminan pendatang baru. Sejak Rabu (1/10) hingga Sabtu (4/10) jumlah jaminan uang mencapai Rp3.810.000. Jumlah itu untuk menjamin 30 orang. Jaminan tertinggi pada Sabtu dengan nilai Rp2.120 ribu untuk menjamin 14 orang.
Sementara, jaminan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Batam sebanyak 49 penjamin. Jaminan KTP itu untuk menjamin 64 orang. Jaminan KTP terbanyak juga pada hari Sabtu dengan jumlah jaminan 22 KTP untuk menjamin 27 orang.
Menurut Syahrial, jaminan uang yang disetorkan berdasarkan harga tiket dari pelabuhan asal, dapat diambil baik di Pelabuhan Domestik Sekupang maupun di bandara Hang Nadim. Petugas Perdaduk siap mengembalikan uang jaminan tersebut dengan memperlihatkan kuitansi jaminan.
”Petugas kita tinggak mencocokkan dengan data yang ada dan konfirmasi kepada kami,” jelas Syahrial. (ros/cr1/uma)
|