|
BATAM - Lebaran usai, pencari kerja pun berdatangan. Itu yang terjadi
bertahun-tahun, sejak Batam dikenal sebagai kota industri. Tak
terkecuali tahun ini, ribuan pencari kerja berdatangan bersama tibanya
arus balik Lebaran.
Mereka datang ingin mengadu peruntungan seperti saudara dan teman-teman mereka yang sudah bekerja di Batam. Junaidi (19), misalnya, pemuda asal Bengkalis itu datang ke Batam ingin mengikuti jejak Azwar, sepupunya yang sudah bekerja sebagai pedagang di Batam.
”Ini pertama kalinya saya datang ke Batam. Ingin cari kerja,” katanya di pelabuhan Sekupang, Sabtu (4/10) lalu.
Ingin kerja apa? ”Belum tahu. Terserah nanti. Yang penting ke Batam dulu,” ujarnya.
Batam memang membutuhkan ratusan atau mungkin ribuan pekerja. Pintu bagi pencari kerja terus terbuka. Lihat saja pembukaan lowongan kerja di koran-koran atau di sejumlah pengumuman, hampir setiap hari ada lowongan kerja yang dibuka.
Namun, kata Kadis Tenaga Kerja Rudi Sakyakirti, yang dibutuhkan Batam hanya pencari kerja yang berkualitas atau memiliki skil dan keahlian tertentu. Bukan yang datang sekadar mengadu peruntungan.
Di sektor galangan kapal atau shipyard, misalnya. Di sektor ini, kata Rudi, banyak terbuka lapangan kerja. Satu perusahaan shipyard saja, katanya, bisa membutuhkan 300 hingga 500 tenaga welder alias tukang las.
”Kalau (lowongan) untuk yang memiliki skil itu banyak. Kita sekarang lagi booming shipyard yang satu perusahaan saja butuh hingga 500-an tenaga welder,” katanya.
Rudi, seperti juga Wali Kota Batam Ahmad Dahlan menekankan pada adanya keahlian. Pencari kerja yang berskil, dibutuhkan Batam. Karena mereka yang tak terpakai, bisa saja menjadi beban bagi Pemko Batam sendiri.
Sebagai perbandingan, kata Rudi, dalam Bursa Kerja Kota Batam di Politeknik Batam, Agustus lalu, banyak lowongan pekerjaan yang tak bisa terpenuhi karena minimnya pelamar. Penyebabnya, salah satunya karena mereka tak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan pencari kerja.
Tapi, para pencari kerja yang kini berdatangan tidak begitu mementingkan kualifikasi berskil itu. Karena bagi mereka, yang penting ke Batam dulu. Tugas pemerintahlah membuka kesempatan kerja buat mereka. (med)
|