|
Tiga Pemuda Gagahi Siswi SMP |
|
Senin, 6 Oktober 2008 | 10:01:23 |
Sumenep (BCZ) Lebaran tahun ini menjadi hari kelam bagi Melati
(nama samaran), 14. Siswi SMP asal Desa Marengan Laok, Kecamatan
Kalianget, ini digagahi tiga pemuda. Dia jadi korban perkosaan pada
malam takbiran.
Sebelum diperkosa, Melati dipaksa menenggak minuman keras. Saat teler itulah korban dipaksa melayani nafsu birahi tiga pelakunya di sebuah rumah kosong di tengah sawah, sebelah selatan Terminal Arya Wiraja.
Berdasarkan laporan orangtua korban ke polisi, awalnya Melati minta antar bapaknya ke sekolah. Sebab, pada malam takbiran itu (30/9) di sekolahnya ada kegiatan ekstrakulikuler.
Usai kegiatan di sekolah, teman sekolahnya mengenalkan Melati kepada tiga pemuda. Perkenalan hanya berlangsung singkat. Lalu, korban dan teman perempuannya itu bersama tiga pemuda kenalannya jalan-jalan keliling kota.
Setelah jalan-jalan, sampailah rombongan remaja itu di sebuah rumah kosong di tengah sawah. Nah, berdasarkan loporan orangtua korban ke polisi, di tempat itu Melati dipaksa untuk menenggak minuman keras. Pada saat korban mabuk, tiga pemuda yang mengajak keliling kota itu memerkosanya secara bergiliran.
Sekitar pukul 03.00 (1/10), Melati melaporkan kejadian nahas yang menimpanya kepada orangtuanya. Lalu, orangtuanya melaporkan kasus itu ke polisi.
Saat itu juga korban divisum. Berdasarkan hasil visum yang diterima polisi, (maaf) kemaluan korban mengalami luka robek.
Polisi lalu memburu tiga pemuda yang memerkosa korban. Kemarin polisi menangkap salah satunya, Husni, 20, warga Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek, Sumenep. Husni ditangkap di rumahnya. Kini dia menjalani pemeriksaan di Mapolres Sumenep.
Sedangkan dua pelaku lainnya, AD dan MH, masih diburu. "Dua pelaku terus kami dikejar. Identitasnya sudah kami pegang," kata Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Mualimin kemarin.
Selain memburu dua tersangka, polisi juga mencari kawan korban yang mengenalkan kepada tiga pelaku. Hanya, polisi masih merahasiakan identitas teman korban itu. (zr/mat/jpnn)
|