Toko Mebel Ludes, Penjual Komputer Seken Panik
BATAM - Kebakaran hebat kembali melanda pusat perbelanjaan di Batam Centre.
Setelah Barata Dept Store, Minggu (5/10) pagi sekitar pukul 08.30 WIB,
giliran Carnaval Mall atau biasa disebut warga dengan nama My Mart,
Batam Centre dilalap api.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Menurut sejumlah saksi, api pertama kali terlihat dari dalam toko furniture milik Aseng di gedung Carnaval Mall bagian belakang. ”Waktu itu ada beberapa karyawan yang sedang bekerja di toko furniture Aseng. Saya lihat ada api di sana,” kata Umi Fiqih, karyawan Carnaval Mall yang menghuni salah satu ruangan di belakang pusat perbelanjaan tersebut kepada Batam Pos dengan bibir bergetar karena panik.
Wanita berjilbab ini pun segera berteriak dan berlari menyelamatkan anaknya. Kendati demikian, ia tak berhasil menyelamatkan harta benda yang ia simpan di dalam ruang yang berada persis di sebelah Radio Hang FM tersebut.
Vivi, adik sepupu Umi tak kalah paniknya. Ia menangis tersedu-sedu saat menyaksikan gedung Carnaval Mall dilahap si Jago Merah. Pasalnya, tempat ia tinggal bersama kakaknya di Carnaval Mall tersebut habis hangus.
Di tengah kodisi panik, Umi berteriak minta tolong. Teriakannya didengar sejumlah karyawan pencucian mobil yang beroperasi di halaman parkir timur Carnaval Mall.
”Saya lagi nyuci mobil, tiba-tiba ada yang teriak ’Kebakaran’. Pas saya lihat, dari toko Aseng muncul kepulan asap. Waktu itu apinya belum besar,” kata lelaki berambut gondrong ini dengan nafas sedikit ngos-ngosan.
Menurutnya, dari sekian banyak toko di pusat perbelanjaan itu, baru toko Aseng yang karyawannya sudah masuk kerja setelah libur Lebaran. ”Yang lain masih pada tutup,” tukasnya.
Api dengan cepat membesar dan melahap berbagai perabotan berbahan kayu seperti kursi, meja, dan lemari di toko furniture itu. Api juga menjalar ke toko barang perkantoran seken milik Hermawan yang berada di sebelahnya. Api terus membesar. Asap hitam pekat langsung membumbung ke udara dan memancing keingintahuan warga yang kebetulan melintas di pusat perbelanjaan yang sempat jaya sekitar tahun 1995 hingga 2003 itu.
Situasi makin tak terkendali. Kepanikan pun mulai mendera para penjualan komputer seken di gedung bagian depan Carnaval Mall. Dengan cepat, para penjual komputer mengevakuasi barang dagangannya yang bernilai miliaran rupiah itu. Barang-barang tersebut sebagian besar diangkut dengan truk dan sebagian lagi ditumpuk di halaman Carnaval Mall.
Pemilik Toko Bamas Komputer, Rena mengaku baru mengetahui kebakaran itu setelah ditelepon oleh temannya yang juga penjual komputer seken di sana, sekitar pukul 09.00 WIB.
”Kalau sampai terbakar, saya bisa rugi ratusan juta,” ujar wanita yang terlihat sangat syok ini.
Setelah hampir satu jam, petugas berikut tujuh armada Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Otorita Batam (OB) disokong personil kepolisian tiba di lokasi kebakaran. Upaya pemadaman mengalami banyak kendala sehingga api justru makin membesar dan menjalar ke berbagai sudut gedung itu saat air disemprotkan. Radio Hang FM pun tak luput dari jilatan api. ”Di sana banyak bahan furniture yang mudah terbakar. Jadi api cepat menjalar,” kata Gunardi, Kasubdit PBK OB di lokasi kejadian.
Dalam hitungan menit, sekeliling gedung bagian belakang Carnaval Mall dikepung api. Suara ledakan-ledakan kecil terdengar dari dalam bangunan dua lantai itu. Kaca-kaca di sepanjang dinding pecah karena tak sanggup menahan panas.
Dijaga Ketat
Di tengah musibah itu, sempat muncul kabar jika sebagian kios di Carnaval Mall yang tidak ikut terbakar menjadi sasaran para penjarah. Polisi langsung bergerak ke sana mengawasi barang dagangan dari tangan-tangan tak bertanggung jawab.
Di pintu masuk Carnaval Mall dijaga ketat sejumlah pemilik toko. Kecuali polisi, mereka tidak mengizinkan siapa saja yang hendak masuk, termasuk wartawan. Namun, juru warta tetap memaksa masuk. Ruangan dalam Carnaval Mall begitu gelap saat para penjual komputer menyelamatkan barang dagangan mereka. Sejumlah sekuriti juga terlihat ikut mengawasi. Mereka melihat satu per satu orang yang masuk penuh selidik.
Dinding Ambruk
Di tengah upaya pemadaman, petugas PBK dan warga yang menyaksikan kebarakan itu, dikejutkan dengan ambruknya dinding setinggi 15 meter dan panjang 30 meter di bagian belakang Carnaval Mall. Runtuhan dinding yang terbuat dari bata tebal tersebut, nyaris menimpa petugas dan mobil PBK. Beruntung, warga sempat berteriak hingga petugas berhasil menghindar. “Awas...awas..oi...Dindingnya mau rubuh tu..,” teriak warga.
Dinding yang sempat retak terlebih dulu itu, diduga rubuh karena terus menerima tekanan panas dari api yang sedang berkobar. Sementara itu, upaya pemadaman terus dilakukan. Namun, baru sekitar pukul 12.30 WIB atau 3,5 jam sejak kejadian, api dapat dijinakkan.
Kasubdit PBK OB Kompol Bambang Gunadi yang ditemui di lokasi kejadian, mengatakan untuk memadamkan api pihaknya mengerahkan sebanyak tujuh unit mobil PBK ditambah satu mobil tanki. Kesemua kendaraan tersebut berasal dari tujuh pos PBK. “Apinya diduga berasal dari toko furniture di bagian belakang bangunan,” katanya.
Sedangkan Kapolsek Batam Kota, AKP Robertus Herry yang dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran. ”Saksi yang kita panggil belum datang ke kantor,” katanya, sore kemarin.
Robertus mengatakan pihaknya bakal segera memeriksa Aseng, pemilik toko furniture dan Hermawan, pemilik toko barang pertokoan seken. Untuk kemarin, pihaknya sementara hanya melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) dan minta keterangan dua karyawan Hermawan, yakni Slamet dan Abdul.
”Diduga api berasal dari kios Aseng. Sedangkan nilai kerugian belum bisa kita pastikan. Kalau dikira-kira, kerugiannya mencapai miliaran rupiah,” tukas Robertus.
Pasca kebakaran, polisi langsung menutup akses ke gedung Carnaval Mall dengan membentangankan police line di sekeliling pagar pusat perbelanjaan tersebut.
Standar Keamanan
Sementara itu, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan terlihat turun ke lokasi kebakaran. Menurutnya, rentetan peristiwa kebakaran yang terjadi di Batam sepanjang 2008, seperti kebakaran pertokoan di Aviari, Barata Dept Store dan kawasan padat penduduk Pelita, cukup membuatnya prihatin sekaligus khawatir. “Ini salah satu handicaps (tantangan) bagi kita dalam membangun Batam,” tukasnya.
Atas rentetan peristiwa itu, Wako mengaku bakal segera memperkuat armada Kantor Pemadam Kebakaran dengan mengupayakan pengalihan aset Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) dari Otorita Batam.
Gelap Gulita
Kebakaran ini juga berdampak kepada Bandung Resto dan Ava Laguna. Kedua restoran di bagian barat My Mart tersebut sampai tadi malam gelap gulita karena tidak ada aliran listrik dan memilih tutup sementara. Selama ini, mereka mengambil listrik di My Mart. Karyawan Bandung Resto pun tidak mengetahui secara jelas, kapan restoran mereka bisa kembali beroperasi. Berita terkait sejarah My Mart di Halaman 21, Metropolis. (ros/cr1/why/rob)
|