|
Pemilik Carnaval Mall, Margaret mengaku kecewa dengan kinerja petugas
Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK). Ia menilai PBK lamban dalam
memadamkan api yang berkobar sehingga menimbulkan kerugian makin besar.
”Selain datang terlambat, mereka juga tidak menunjukkan usaha yang keras dalam memadamkan api. Dari tujuh armada yang diturunkan, cuma dua yang benar-benar melakukan penyemprotan. Sisanya nganggur,” kata Margaret dengan nada tinggi di lokasi kebakaran, Carnaval Mall, Batam Centre, kemarin.
Alasan PBK harus pergi-pulang untuk mengisi tanki mobil dengan air, ditepis Margaret. Menurutnya, di sekitar pusat perbelanjaan itu, terdapat cukup banyak hidrant yang bisa dimanfaatkan oleh petugas PBK.
”Ini pusat kota. Tak susah cari air. Kalau hidrant itu tak bisa dipakai, saya masih bisa sediakan sumber lain. Mau minta berapa ton?” ujarnya, masih dengan nada tinggi.
Kekecewaan tersebut sempat ia sampaikan kepada Wali Kota (Wako) Batam Ahmad Dahlan yang meninjau langsung ke lokasi kebakaran. Namun Wako kurang sepakat dengan ucapan Margaret. Menurutnya, petugas PBK sudah berusaha sebaik mungkin untuk memadamkan api yang berkobar.
”Petugas sudah bekerja maksimal. Selain itu, semua armada juga sudah dikerahkan,” ungkapnya kepada wartawan.
Kasubdit PBK Otorita Batam, Gunardi kepada Batam Pos mengatakan, pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin. Sedikitnya 35 personel plus tujuh armada PBK diturunkan untuk menjinakkan api yang berkecamuk di Carnaval Mall itu.
”Bahkan, petugas yang sedang libur Lebaran pun turut membantu memadamkan api lantaran merasa terpanggil melihat teman-temannya bekerja. Apalagi kebakaran ini cukup besar dan membutuhkan tenaga cukup banyak,” ungkapnya.
Ia mengakui, di sekitar Carnaval Mall terdapat hidrant yang dapat dimanfaatkan. Hanya saja, tujuh armada yang diturunkan dalam kebarakan itu memiliki fungsi berbeda. “Ada yang berfungsi sebagai penyuplai air, ada juga yang beroperasi memadamkan api,” kata Gunardi.
Gunardi menepis anggapan petugas PBK kurang cekatan. Menurutnya, petugas PBK merupakan orang-orang terlatih. Kalaupun ada satu-dua petugas yang kurang cekatan, ia menilai itu masih wajar.
“Sebab, meski terlatih mental orang kan berbeda. Ada yang tenang dalam menjalankan tugasnya, ada juga panik. Itu manusiawi. Apalagi yang kita hadapi api besar,” ujarnya. (ros)
|