|
5 TKI Tewas Disambar Kereta Api |
|
Senin, 29 September 2008 | 12:08:01 |
Indramayu (BCZ) Lima orang tewas dan tiga lainnya luka berat
akibat mobil yang di tumpangi tertabrak kereta api saat berada di
perlintasan tanpa palang pintu yang berada di Desa Jengkok Kecamatan
Kertasmaya Kabupaten Indramayu.
Seluruh korban yang berada di dalam mobil tersebut merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru saja pulang dari luar negeri yang akan mudik ke kampung halamannya masing-masing.
Korban tewas dalam kecelakaan tersebut yakni Dalih Idris (42), warga Desa Puntang Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu dan Rohayati warga Rt 10/21 Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Untuk tiga korban lainnya sampai saat ini belum berhasil diketahui identitasnya. Kelima jenazah masih berada di Rumah Sakit Islam Zam Zam Jatibarang Indramayu.
Tak hanya itu saja, selain korban tewas tiga orang lainnya mengalami luka berat yakni Isrofah (22) warga Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, Roy dan Kemi (41) warga Serang Banten. Roy sendiri korban yang mengalami luka parah di bagian kepala, kini dirujuk ke rumah sakit Mitra Plumbon Cirebon.
Menurut salah seorang saksi mata yakni Lukman (32), mengatakan kejadian tersebut bermula ketika mobil Elf bernopol B 7460 IP yang ditumpangi korban melaju dari arah Jakarta menuju Indramayu. Saat sampai di perlintasan KA tanpa palang pintu, mobil yang dikemudikan Kemi itu mencoba menyeberangi rel kereta api. Saat mobil baru sampai di tengah-tengah rel tiba-tiba KA Bengawan Solo dari arah Jakarta melaju dengan kecepatan tinggi. Saat itu tabrakan terjadi.
“Perlintasan itu memang tanpa palang pintu. Namun saat musim mudik seperti sekarang ini perlintasan KA tersebut telah dijaga dan diberi tanda rambu-rambu oleh petugas,” ujarnya.
Lukman pun menambahkan, tabrakan tersebut sangat hebat pasalnya kondisi mobil hancurtak hanya itu saja mobil tersebut terseret hingga 50 meter. Setelah kejadian tersebut kami bersama warga dan petugas dari kepolisian langsung mengevakuasi para korban.
Salah seorang kakak kandung korban Rohayati yakni Duladi (25) mengatakan, adiknya telah bekerja selama dua tahun di Arab Saudi. Adiknya memang sengaja pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga menjelang Idul Fitri tahun ini.
“Namun Tuhan berkehendak lain adik saya belum sempat bertemu keluarga malah terkena musibah,” katanya memelas.
Sampai saat ini korban tewas dan korban luka-luka masih berada di Rumah Sakit untuk menunggu kedatangan keluarga dan korban luka-luka masih dirawat intensif.
Menurut AKBP Syamsudin Djanieb, kejadian tersebut diduga karena kelalaian supir. Pasalnya walau tak ada palang pintu, perlintasan tersebut telah ada rambu-rambunya dan dijaga petugas. Sampai saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh Polres Indramayu.[rm/iga]
|