|
Senin, 29 September 2008 | 09:53:26 |
|
Kunci Gelar 2008 dengan Kemenangan
MOTEGI - Valentino Rossi berhasil menyudahi perlawanan
Casey Stoner dan Dani Pedrosa dalam perebutan gelar juara MotoGP 2008.
Pembalap Fiat Yamaha itu sukses mengunci gelar setelah memenangi Grand
Prix Jepang di Sirkuit Motegi kemarin (28/9).
Rossi menebus kegagalannya dalam dua musim terakhir dengan perfetta alias
sempurna. Dia sebenarnya hanya perlu finis tiga besar untuk mengamankan
gelar juara dunia 2008. Namun, itu tidak membuat pembalap berjuluk The
Doctor tersebut tampil aman. Dia tetap agresif untuk menang dan
menyempurnakan gelar itu.
Dari 15 seri yang telah dilakoni,
Rossi mengoleksi 312 poin. Dia unggul 92 poin dari Stoner dan 103 dari
Pedrosa. Dengan tiga seri tersisa dan poin maksimal 75, dia tidak
mungkin terkejar.
Raihan tersebut menggenapkan gelar keenam Rossi di kelas utama sekaligus menjadi yang kedelapan di ajang grand prix.
Karena itu, setelah menyentuh garis finis, dia segera mengganti helm
dan memakai kaus putih bertulisan angka delapan plus gambar jam. Dia
menuliskan Scusate Il Ritardo di kaus tersebut. Artinya kira-kira "Maaf untuk penundaan."
Kalimat
itu merupakan permintaan maaf kepada para penggemarnya atas
kegagalannya mempersembahkan gelar juara dalam dua tahun terakhir. Pada
2006 dia menjadi runner-up di belakang Nicky Hayden. Sedangkan
tahun lalu dia malah menjalani musim terburuk dengan finis di peringkat
ketiga klasemen akhir.
"Sulit untuk membandingkan dengan
gelar-gelar sebelumnya. Tapi, yang satu itu sungguh luar biasa. Kami
banyak belajar dari kekalahan dua tahun terakhir," tutur Rossi setelah
lomba seperti dikutip Autosport. "Saya merasa sangat bagus
karena pertarungan tahun ini begitu ketat, terutama dengan Stoner dan
Pedrosa. Itu musim yang panjang dengan banyak balapan dan duel sengit,"
jelasnya.
Ya, meski satu kakinya sudah menginjak tangga juara,
Rossi masih mendapatkan perlawanan sengit dari Stoner. Kemarin pembalap
Australia tersebut tetap memiliki motivasi tinggi untuk menunda pesta
Rossi.
Di awal lomba, Stoner langsung menyalip pole sitter Jorge Lorenzo yang melakukan start dengan buruk. Pada lap
kelima, Stoner dan Pedrosa yang berada di depan terlibat persaingan
seru. Rossi memanfaatkan keadaan dengan menyerobot tempat Pedrosa.
Sampai melewati lap ke-10, Stoner masih berada di depan Rossi. Pada lap ke-13, Rossi sukses merebut posisi terdepan dan tidak terganggu sampai akhir lomba untuk membukukan lima kemenangan beruntun.
"Saya
sangat senang. Saya begitu beruntung dalam karir dengan telah memenangi
banyak kompetisi yang bagus dan sulit, seperti yang pertama dengan
Yamaha pada 2004. Tapi, saya pikir, kali ini merupakan musim di mana
saya harus melakukan usaha paling banyak untuk mencoba menang. Saya
bekerja keras setiap weekend balapan serta selalu berusaha menjaga konsentrasi dan tetap kuat di luar balapan," tambahnya.
Sementara
itu, Stoner yang musim lalu juga mengamankan gelar juara dunia di
Motegi mengaku tidak kecewa dengan hasil tersebut. Sejak terjatuh di GP
Republik Ceko, dia memang mengibarkan bendera putih.
"Itu
(sukses Rossi mengamankan gelar juara dunia, Red) bukan sesuatu yang
baru. Saya tidak merasa tertekan telah kalah dalam persaingan. Itu
salah satu bagian saja. Hal tersebut juga disebabkan lebih banyak
kesalahan kami sebelumnya," papar Stoner.
Sukses Rossi
mengamankan gelar juara di Jepang pun memiliki makna lain. Sebelumnya,
dia belum pernah mengamankan gelar juara di sirkuit milik Honda
tersebut. (ady/ang)
|