PT GTA mempunyai waktu selama 14 hari untuk memenuhi kewajiban mereka |
 |
Today's Must-Reads
Editorials
Akan sangat membahagiakan jika guru bantu dan PTT menjadi prioritas utama untuk dijadikan PNS
Penggunaan nama-nama tempat yang memakai bahasa asing akan ditertibkan | |
|
Bos Rampok Simpan 30 Emas Batangan |
|
Senin, 29 September 2008 | 09:48:45 |
Wie Shing, Bos Rampok yang Ditembak Mati Polisi
Surabaya (BCZ) Tewasnya gembong rampok antarkota Liem Williem
Singgih alias Wie Shing membuka rahasia seputar petualangannya selama
tujuh tahun di dunia kejahatan.
Kemarin pagi tim gabungan dari Polda Jateng dan Polwiltabes Surabaya menemukan 30 emas batangan dan 5 kg serbuk emas dari tempat persembunyiannya di Surabaya.
Barang yang ditaksir seharga lebih dari Rp 5 miliar itu ditemukan di tas yang disimpan di lemari. Batangan emas itu beratnya bervariasi. Ada yang 0,5 kg, ada juga yang 2 kg. Total, berat emas batangan dan serbuk emas itu sekitar 20 kg. Emas sebanyak itu, bila diuangkan mencapai sekitar Rp 5,2 miliar (1 kg emas seharga Rp 260 juta). Bukan hanya itu. Dari lemari di kamar kos Wie Shing, polisi juga menemukan 18 handphone berbagai merek.
Semua barang itu selama ini selalu dibawa ke mana pun bos perampok asal Semarang itu pergi. Selain itu, selama dalam pelarian, Wie Shing membekali diri dengan sepucuk senjata serbu Scorpion (senjata organik Brimob) lengkap dengan amunisi, granat nanas, dan senpi berbentuk bolpoin.
Penemuan itu juga menunjukkan bahwa sindikat Wie Shing cukup pintar memanfaatkan barang hasil jarahannya. ''Emas itu tidak langsung dijual batangan, tapi digerus kecil-kecil. Baru serbuknya yang dijual untuk mendapatkan uang tunai,'' kata seorang petugas yang ikut menangani kasus tersebut.
Penemuan emas itu merupakan hasil pengembangan interogasi terhadap Rini Lestari, pacar Wie Shing, yang ikut diamankan saat penyergapan. Kepada penyidik, perempuan asal Semarang itu mengatakan bahwa Jumat (26/9) malam sebelum digerebek, Wie Shing bercerita kalau beberapa minggu terakhir dikejar-kejar Mulyanto alias Pipik, salah seorang anggota komplotan perampok bersenpi yang dipimpinnya.
''Saya selalu ditelepon Pipik, 'mana bagianku?''' kata Rini, menirukan ucapan Wie Shing, kepada penyidik. Entah keterangan Rini bohong atau tidak. Yang jelas, dia membela Wie Shing dengan mengatakan bahwa harta jarahan tersebut tidak hanya dibawa gembong rampok itu. Tampaknya, ada perpecahan di internal komplotan tersebut. Terutama soal pembagian hasil jarahan.
Tentu petugas tak percaya begitu saja atas keterangan Rini. ''Jelas tak benar. Mana mungkin ada harta jarahan dibawa anak buah, bukan bos,'' lanjut sumber itu. Namun, hal itu membuat petugas curiga bahwa bukan hanya senpi jenis Scorpion, dua granat, dan sebuah senpi berbentuk pulpen yang disimpan Wie Shing. Tentu dia juga membawa harta jarahan.
Petugas lantas kembali melakukan penggeledahan. Pertama di kamar kos Adi Predana (anak Wie Shing yang ikut ditangkap) di Jalan Krembangan Jaya. Di sini petugas tak menemukan apa-apa. Selanjutnya, petugas menggeledah kamar kos Wie Shing di Jalan Sidoluhur. Di tempat itulah ditemukan emas batangan tersebut.
Dengan temuan ini, polisi memperkirakan bahwa total harta jarahan kelompok tersebut selama tujuh tahun terakhir (di 18 TKP) mencapai Rp 80 miliar. ''Itu perkiraan paling minim. Sangat mungkin jumlahnya lebih dari itu,'' kata Kasatreskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Syahardiantono.
Sementara itu, Rini Lestari dan Adi Predana berikut emasnya tersebut kemarin dibawa ke Mapolda Jateng untuk penyidikan lebih lanjut. Sebab, sebagian aksi kejahatan komplotan Wie Shing memang di Jateng. Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Rini diketahui paling tidak lima kali menerima uang hasil kejahatan. ''Dia (Rini, Red) mengaku kalau tiap kali uang yang diterima Rp 20 juta - Rp 30 juta,'' urainya.
Sementara itu, peran Adi adalah semacam penghubung. ''Wie Shing tampaknya tak ingin ada orang di luar sindikatnya yang bisa mengakses langsung ke dirinya. Semua harus melalui Adi terlebih dahulu,'' papar seorang petugas yang tak mau disebutkan namanya.
Seperti diberitakan, Wie Shing, gembong rampok bersenpi yang sering menggarong toko emas ditembak mati tim gabungan Unit Idik I Satreskrim Polwiltabes Surabaya dan Ditreskrim Polda Jateng Sabtu (27/9). Pria berusia 50 tahun itu terkapar setelah enam peluru polisi yang mengepungnya menembus beberapa bagian badan. Ketika dikepung, dia sempat akan melempar granat dan berusaha merebut senapan laras panjang petugas. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita satu senapan serbu jenis Scorpion, dua granat, satu senpi berbentuk bolpoin, dan 60 butir peluru.
Wie Shing dianggap sebagai otak dari 18 perampokan (mayoritas toko emas) di sejumlah kota. Komplotan beranggota tujuh orang itu memiliki aneka senjata api. Mereka teridentifikasi memiliki dua pistol jenis revolver, empat senjata M-16, dan satu senapan serbu Scorpion. Ketika beraksi, mereka tak segan membunuh siapa saja yang menghalangi. Dari 18 perampokan yang dilakukan, 12 di antaranya adalah toko emas. Korban tewas mencapai 12 orang. Empat di antara korban adalah polisi dan satu tentara.
Sembunyi di Jatim
Selain berhasil menewaskan gembong perampok yang sering meresahkan warga, polisi menemukan petunjuk penting. Polisi menemukan ponsel induk di antara 18 ponsel yang disita dari kamar kos Wie Shing. ''Tiap orang yang membawa ponsel lebih dari tiga, pasti punya ponsel utama. Di sanalah datanya paling lengkap, terutama nomor-nomor kontak,'' lanjut polisi itu seraya mewanti-wanti namanya tak disebutkan.
Dari ponsel induk itu, polisi berhasil mengendus keberadaan enam anggota komplotan Wie Shing. Rupanya, pelarian mereka tidak jauh-jauh dari sang bos, yakni di kawasan Jawa Timur saja. ''Dari pelacakan yang kami lakukan, BTS (base transmitter receiver) dekat-dekat sini saja,'' urainya. Bahkan, nomor ponsel sebagian besar anggotanya pernah terlacak di Surabaya. Namun, kini mereka sudah di luar kota. ''Mungkin kabar penangkapan bosnya membuat mereka kabur sendiri-sendiri,'' tandasnya.
Polisi yang logat Jawa Tengahnya sangat kental itu menduga, begitu selesai beraksi di Jawa Tengah, mereka bergerak ke Bali. ''Meski tak bisa dipastikan, tampaknya Surabaya hanya tempat transit. Sasarannya adalah Bali,'' tuturnya.
Yang membuat pusing polisi adalah keberadaan empat M-16 (yang teridentifikasi di sejumlah TKP perampokan). Keempat senjata tersebut diduga kuat masih dibawa enam anggota komplotan itu. Sulit dipastikan bahwa anggota komplotan pemegang senjata itu mau menyerah baik-baik dan tak melawan dengan M-16 yang dimilikinya.
Sementara itu, AKBP Syahardiantono mengatakan, pihaknya tak segan bertindak tegas lagi bila kawanan perampok itu memilih Surabaya sebagai tempat bersembunyi atau tempat beraksi. ''Kami terus melacaknya. Kalau di Surabaya, saya siap menangkapnya,'' ucapnya yakin.
Untuk itu, Syahardiantono mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah kepolisian satuan wilayah lain untuk mengecek para pelintas kota. ''Memang agak sulit karena ada mudik. Yang jelas, ada peningkatan kewaspadaan anggota di lapangan untuk bisa melacaknya,'' imbuhnya.
Dari Semarang, kemarin Wakapolda Jateng Brigjen Adang Rochjana membeber hasil pengejaran terhadap Wie Shing itu kepada media. Semua barang bukti kejahatan komplotan yang sejak lama menjadi buron Polda Jateng itu dibeber. Yakni, 30 emas batangan, serbuk emas, 18 handphone, sepucuk senjata serbu Scorpion, dua granat nanas, sepucuk senpi berbentuk bolpoin, dan 60 amunisi. (ano/nw)
|
|  |
|
Internasional
-
Harimau Putih Bunuh Pekerja di Kebun Binatang Singapura
Singapura (BCZ) Masih ingat kejadian minggu lalu ketika seorang
petugas cleaning service berkewarganegaraan Malaysia tewas diserang dua
ekor harimau putih di Kebun Binatang Singapura?
Florida (BCZ) Seorang anak berusia 19 tahun telah melakukan bunuh diri
yang disiarkan secara langsung lewat webcam melalui situs www.justin.tv
|
Real Estate
-
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup... BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual... |
|
|