PT GTA mempunyai waktu selama 14 hari untuk memenuhi kewajiban mereka |
 |
Today's Must-Reads
Editorials
Akan sangat membahagiakan jika guru bantu dan PTT menjadi prioritas utama untuk dijadikan PNS
Penggunaan nama-nama tempat yang memakai bahasa asing akan ditertibkan | |
|
Kalla Marahi Dino Patti Djalal |
|
Sabtu, 27 September 2008 | 15:30:31 |
Jakarta (BCZ) Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal benar-benar membuat kecewa Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Wapres mengaku sangat tersinggung dengan pernyataan Dino tentang perundingan damai Thailand. Pernyataan terbuka soal perundingan putaran ketiga antara masyarakat Thailand Selatan dan pemerintah Thailand itu menyebabkan pemerintah Thailand tersinggung.
Dino dinilai tak memiliki kompetensi memberikan keterangan tentang materi-materi sensitif yang bisa membuyarkan perdamaian di kawasan yang bergolak puluhan tahun tersebut.
"Saya benar-benar terpukul begitu mendengar pernyataan (Dino) itu. Sebab, (pernyataan itu) telah menimbulkan perdebatan yang tidak perlu di Thailand. Sebagai mediator, saya menjadi tidak enak, dinilai tidak punya etika," kata Kalla seperti dilansir JPNN.
Dalam keterangan pers Minggu lalu, Dino membeberkan sejumlah hasil perundingan yang digelar di Istana Bogor yang dimediatori Wapres.
Di antaranya, pernyataan bahwa pemerintah Thailand telah mengirim delegasi yang memiliki mandat penuh dari perdana menteri. Hal itu menimbulkan perdebatan di negara yang tengah melakukan suksesi perdana menteri tersebut.
Selain itu, Dino membeberkan bahwa kedua pihak sepakat untuk berdamai meski masih ada sejumlah poin yang harus dibicarakan lebih lanjut.
Etikanya, tegas Kalla, seorang mediator tidak berhak memberikan keterangan apa pun tentang hasil perundingan. Pernyataan yang dikeluarkan seorang mediator harus bersifat umum dan mendukung proses negosiasi. Jadi, bukan menyangkut substansi perundingan, bahkan memberikan tenggat waktu perundingan.
"Kalau kita tidak jaga etika, buyar semua. Buyarnya bukan di sini, tapi di negara orang lain," ujarnya.
Kalla mengatakan telah menegur keras Dino karena dia tidak memiliki kapasitas untuk menyampaikan hasil perundingan yang belum dibuka oleh delegasi kedua pihak. Tindakan Dino itu, dinilai Wapres, mencemari kepercayaan yang diberikan kedua pihak yang bersengketa.
"Negosiasi itu persoalan trust. Mediator tidak boleh membocorkan hasil perundingan. Itu poin pokoknya. Karena saya mewakili negara, orang (Thailand) pikir negara yang membocorkan. Padahal, tidak ada instruksi dari saya," tandasnya.
Mediator, lanjut dia, seharusnya tidak memberikan komentar mengenai materi perundingan tanpa seizin pihak yang berunding.
"Saya sudah tanya ke mereka apakah mau berbicara dengan pers, jawabannya tidak, tidak. Maka, saya tidak kasih komentar. Kalau mediator mengeluarkan isi pembicaraan, itu melanggar etika," papar Kalla.
Terkait pernyataan Departemen Luar Negeri Thailand yang menyatakan delegasi yang dikirim tidak mewakili pemerintah, Kalla menepisnya. Sebab, dia telah mengantongi mandat dari pemerintah Thailand. Namun, Kalla mengakui, perundingan memang tidak melibatkan Kantor Menteri Luar Negeri Thailand. Sebab, persoalan Thailand Selatan adalah masalah internal satu negara. [iga/jpnn]
|
|  |
|
Internasional
-
Harimau Putih Bunuh Pekerja di Kebun Binatang Singapura
Singapura (BCZ) Masih ingat kejadian minggu lalu ketika seorang
petugas cleaning service berkewarganegaraan Malaysia tewas diserang dua
ekor harimau putih di Kebun Binatang Singapura?
Florida (BCZ) Seorang anak berusia 19 tahun telah melakukan bunuh diri
yang disiarkan secara langsung lewat webcam melalui situs www.justin.tv
|
Real Estate
-
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup... BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual... |
|
|