|
Bintan (BCZ) H-5 lebaran, antusias para pemudik yang hendak
pulang ke kampung halaman cukup terasa. Hal ini terlihat dari begitu
padatnya jumlah penumpang yang menaiki kapal Perintis, KM Gunung Bintan
dengan tujuan Letung-Tambelan di pelabuhan Sri Bintan Pura,
Tanjungpinang.
Akibat penuhnya jumlah penumpang dan adanya kabar, banyak penumpang yang tidak memiliki tiket membuat pihak kapal, Syahbandar, dan Administrasi Pelabuhan (Adpel) Tanjungpinang turun ke lapangan untuk pengecekan ulang. Hingga akhirnya para penumpang yang tidak memiliki penumpang pun di minta untuk turun dari kapal.
Namun beberapa saat kemudian, sekitar pukul 09.30 WIB KM Gunung Bintan yang berkapasitas sebanyak 350 penumpang tersebut dinyatakan masih mampu menerima penumpang lagi. Akhirnya pihak agen kapal membuka dua loket penjualan kapal untuk menerima penumpang kapal yang belum memilki tiket tadi.
Satu loket di dalam kapal dan satu lagi di loket penjualan tiket di Pelabuhan Sri Bintan Pura. Jumlah penumpang pun mencapai 423 penumpang.
”Sudah mendapat izin dari Kepala kantor Adpel. Berdasarkan uji kelaikan seksi kelautan kapal,” kata Kasi Gamat KPLP, Chairul Sholeh.
Lebih lanjut dituturkan Chairul, izin penambahan penumpang tersebut juga telah dilengkapi jumlah jaket pelampung sekitar 100 buah.
”Ruang penumpang dan stabilitas kapal juga masih menungkinkan,” tambahnya. Akibat membludaknya penumpang keberangkatan kapal menjadi terlambat. ”Direncanakan kapal baru berangkat jam 14.00 WIB,” imbuhnya. Padahal jadwal awal pukul 10.00 WIB.
Sekitar pukul 12.00 WIB, penumpang sempat panik. Pasalnya, kapal tersebut terpaksa menjauh dari dermaga dan lego jangkar di tengah laut. Ini karena ada jadwal kedatangan kapal dari Lingga. ”Kejadian itu dikarenakan ada kesalahan informasi antara nakoda kapal dengan agen kapal,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Firman Harefa menyebutkan, kapal terpaksa harus lego jangkar hanya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan penumpang lagi.
Setelah dua jam lamanya kapal lego jangkar, akhirnya kapal KM Gunung Bintan pun kembali lagi ke Pelabuhan Sri Bintan Pura untuk menjemput para penumpang kapal yang belum menaiki kapal. Sekitar pukul 14.30 barulah kapal berangkat.
Sementara itu, untuk merebut tempat tidur, karena perjalanan kurang lebih dua hari dua malam sampai ke tujuan, para penmumpang KM Gunung Bintan rela bermalam di kapal.
Hal ini dilakukan warga Batu IX, Harip. Harip mengaku, dirinya bermalam di dalam kapal sejak pukul 21.00 WIB Kamis (25/9) untuk merebut tempat tidur yang akan dipakai bersama empat saudara menuju Sedanau. ”Kalo tak ditungguin takut diambil orang,” kata Harip.
Ini terjadi karena jatah tempat tidur hanya 150 saja. Sementara jumlah penumpang membludak. Hal ini pun juga dilakukan penumpang lainnya. Pantauan Batam Pos di lokasi pukul 05.30 WIB, Jumat (26/9) KM Gunung Bintan telah ramai dipenuhi penumpang.
Bahkan Fadila bersama tiga saudara lainnya asal Batam yang mau mudik ke Midai nekat memasuki kapal sejak Jumat dini hari kendati belum memiliki tiket. ”Terpaksa. Sementara tiket dikabarkan telah habis.” kata Fadila. Fadila pun rela jika nantinya dirinya tak lagi mendapatkan tempat. (BP)
|