|
Jumat, 26 September 2008 | 17:10:50 |
Tangerang (BCZ) Lima petugas Polda Metro Jaya yang berpakaian preman diusir ratusan karyawan PT Dongjou siang ini (Jumat, 26/9).
Ratusan buruh pabrik yang dulu memproduksi sepatu Reebok itu, mengusir petugas yang berpakaian preman karena dicurigai berpihak kepada kurator perusahaan.
Semula, para buruh itu menggelar aksi demonstrasi menuntut pembayaran gaji. Tak berapa lama polisi datang untuk menertibkan demonstrasi tersebut, tak hanya yang berseragam resmi, yang berpakaian preman pun berusaha masuk ke dalam halaman pabrik, tempat para buruh berdemonstrasi.
Namun belum sampai polisi itu sampai di halaman, mereka sudah diusir ratusan buruh tersebut. Akhirnya, polisi pun pergi lalu buruh menduduki pabrik itu, dan melarang siapa pun masuk ke pabrik.
Pengusiran itu dilakukan para buruh, karena mereka takut aset-aset perusahaan yang mempekerjakan ribuan buruh itu hilang, sementara mereka belum mendapatkan gaji selama empat bulan, sejak pabrik milik pengusaha asal Korea tersebut dinyatakan bangkrut, dua tahun lalu.
Salah karyawan yang ikut demo, Ojah mengatakan akan terus berunjukrasa dan bertahan di pabrik sampai tuntutan mereka, berupa pembayaran gaji dipenuhi.
“Kami akan terus bertahan di sini, sampai dikasih gaji itu,” tegasnya. [atm]
|