|
Israel Sempat Berniat Hancurkan Iran |
|
Jumat, 26 September 2008 | 12:55:43 |
London (BCZ) Israel serius untuk menghancurkan tempat-tempat nuklir yang berada di Iran.
Hal tersebut diungkap suratkabar Inggris The Guardian, Jumat (26/9). Menurut harian tersebut, Perdana Menteri Ehud Olmert telah mengatakan niatannya itu kepada Presiden Amerika Serikat George W. Bush pada 14 Mei lalu. Namun, rencana yang harusnya dilakukan pada awal tahun ini mendapat penolakan dari Bush.
Laporan tersebut didapat suratkabar tersebut dari sumber-sumber diplomat senior Eropa. Dikatakan bahwa Bush tidak mendukung serangan karena takut akan ada serangan balasan dan khawatir Israel gagal menghabisi keseluruhan fasilitas nuklir di Iran.
Israel juga tak mau bertindak tanpa ada persetujuan dari AS. Sebab, bila tanpa kesepakatan dari Washington DC, pesawat yang akan terbang ke Iran harus melewati wilayah Irak lebih dulu. Sedangkan wilayah udara Irak dikontrol oleh AS.
Iran dianggap ancaman besar oleh Israel, karena program peningkatan nuklir Teheran dan pernyataan yang berulang-ulang oleh pemimpinnya yang meramalkan bahwa negara Yahudi itu akan lenyap. Bersama AS, Israel menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata-senjata nuklir. Sedangkan Teheran membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa program nuklirnya digunakan untuk keperluan damai.
Jurubicara Olmert, Mark Regev, mengatakan kepada The Guardian bahwa Israel ingin mencegah Iran dari mempunyai senjata-senjata nuklir telah dikemukakan pada setiap pertemuan antara perdana menteri dan pemimpin-pemimpin luar negeri. Israel menggunakan solusi diplomasi untuk mengatasi masalah ini, namun semua pilihan harusnya dibuka di meja perundingan. [rm/oji]
|