|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
PT GTA mempunyai waktu selama 14 hari untuk memenuhi kewajiban mereka
Today's Must-Reads
TNI AL Tangkap 3 Kapal Nelayan Thailand
Jumat, 26 September 2008 | 09:33:33
BINTAN - Kegiatan illegal fishing yang dilakukan nelayan asing terutama dari Thailand dinilai sangat merugikan Indonesia. Dalam sekali operasi, satu kapal nelayan Thailand dalam sebulan bisa menyedot ikan dari Perairan Kepri yang nilainya mencapai Rp12 miliar.
’’Pengakuan ABK kapal ada yang menyebutkan telah beroperasi sampai lima tahun di Kepri,” ujar Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama Lukman Sofyan, Kamis (25/9).
 
Pernyataan ini diungkapan Danlantamal setelah menerima tiga kapal nelayan Thailand hasil ditangkapan KRI Sultan Thaha Saifuddin (STS), Senin (22/9). Tiga kapal nelayan Thailand tersebut ditangkap di lokasi sekitar 20 mill Kepulauan Anambas dimana ketiganya sedang melakukan pencurian ikan.
 
Ketiga kapal itu adalah KM Chor 2009 yang dinahkodai Ek, KM SF 2 – 299 yang dinahkodai Nod, dan KM Korsin Siri-7 yang dinahkodai Chuk. Selain mengamankan kapal berikut hasil tangkapannya, TNI Al juga mengamankan anak buah kapal (ABK) sebanyak 27 orang.
 
Guna penyelidikan lebih lanjut, KRI STS yang dikendalikan Gugus Tempur Laut Armada Barat (Guspurla Armabar) langsung menarik kapal nelayan Thailand ke dermaga TNI terdekat dalam hal ini Dermaga Fasharkan Mentigi, Tanjunguban. Untuk penyelidikan lanjutan tiga kapal tangkapan bersama ABK dan barang bukti lainnya diserahkan Danguspurla Armabar, Laksamana TNI Hari Bowo ke Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Lukman Sofyan.
 
Usai penyerahan, Danlantamal mengatakan, kegiatan pencurian ikan yang dillakukan nelayan Thailand ini sangat merugikan negara. Dari hasil tangkapan per bulan saja, untuk satu kapal bisa mengeruk keuntungan dengan menjual ikan di Thailand Rp12 miliar.
 
Bisa dibayangkan berapa kerugian yang diakibatkan tiga kapal ini, sementara mereka melakukan kegiatan di Kepri selama berbulan-bulan bahkan ada yang lima tahun. Untung saja, kata Lukman, kegiatan pencurian ikan tiga kapal nelayan Thailand ini bisa terdeteksi Guspurla Armabar hingga dilakukan penangkapan.
 
Lukman menambahkan, dari hasil tangkapan kapal nelayan Thailand tersebut ternyata didapati sejumlah ikan yang harganya cukup tinggi. Sehingga, wajar saja kalau Kepri ini terus menjadi primadona kegiatan pencurian ikan oleh nelayan asing.
Terkait jumlah kapal asing terutama dari Thailand yang melakukan pencurian ikan di perairan Kepri, Lukman menyampaikan jumlahnya sudah cukup banyak. 
 
Untuk wilayah Lantamal IV Tanjungpinang jumlah kapal nelayan asing yang ditangkap dan diproses di Tanjungpinang mencapai 162 unit.
Tidak hanya di Tanjungpinang, di pangkapal Ranai, Natuna jumlah kapal nelayan yang telah berhasil diamankan yaitu mencapai 161 unit, di Batam mencapai 132 unit, dan Pontianak mencapai 31 unit. Dari sejumlah kapal yang ditangkap tadi, sebagian besar sudah diproses melalui pengadilan.
 
Untuk ketiga kapal Thailand yang baru ditangkap, Lukman menyampaikan para pelakunya akan dijerat Pasal 92 UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Mereka dapat diancam hukuman pidana paling lama 8 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (cnt)

 
NUSANTARA [ indeks ]

OLAHRAGA [ indeks ]

MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Harimau Putih Bunuh Pekerja di Kebun Binatang Singapura Singapura (BCZ) Masih ingat kejadian minggu lalu ketika seorang petugas cleaning service berkewarganegaraan Malaysia tewas diserang dua ekor harimau  putih di Kebun Binatang Singapura?
    Florida (BCZ) Seorang anak berusia 19 tahun telah melakukan bunuh diri yang disiarkan secara langsung lewat webcam melalui situs www.justin.tv
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us