|
Penutupan Dapur Arang Dikeluhkan |
|
Kamis, 25 September 2008 | 15:04:53 |
Batam (BCZ) Masyarakat pesisir mengeluhkan kebijaksanaan Pemerintah
Kota Batam yang menutup sejumlah dapur arang di daerah tersebut.
Penutupan dapur arang ini elah mengakibatkan masyarakat pesisir kehilangan mata pencarian mereka sebab selama ini mereka selalu bergantung kepada kayu bakau yang banyak tumbuh di sekitar pesisir pulau-pulau untuk diolah menjadi arang.
Masyarakat melalu Ketua Perpat Batam Suardi Taherek meminta pengertian kepada Pemerintah Kota untuk memberikan solusi bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari mencari kayu bakau tersebut.
“Selama ini masyarakat pesisir hanya memotong batang dari kayu bakau tersebut, sedangkan akarnya masih dibiarkan tumbuh. Hal ini tentu tidak begitu mengganggu ekosistem. Kami minta pemerintah memberikan solusi agar mereka tetap diijinkan mencari kayu bakau,” kata Suardi
“Pemerintah juga harus melihat bahwa saat ini untuk mencari ikan di perairan ini sangat susah. Pemerintah seharusnya turut memikirkan nasib mereka. Karena sebetulnya kerusakan terbesar hutan bakau ini disebabkan oleh adanya reklamasi pantai dan kehadiran shipyard di Batam,” tambahnya.(jhs)
|