|
Kamis, 25 September 2008 | 14:45:33 |
Yangoon (BCZ) Pusat kota Yangon, Myanmar diguncang bom.
Ledakan ini terjadi ketika kelompok pendukung demokrasi, yang mayoritas biksu, di negeri itu tengah memperingati peristiwa satu tahun kekejian Junta Militer terhadap kelompok pemrotes.
Ledakan terjadi pada siang ini (Kamis, 25/9) sekitar pukul 10.30 waktu setempat.
Laporan Associated Press menulis, seorang saksi melihat tiga orang yang muncul di dekat terminal bus Kota Yangon, tempat kelompok pendukung demokrasi melakukan aksi protes setahun lalu.
“Setelah itu saya melihat ada cahaya dan ledakan yang begitu dasyat,” kata saksi itu yang tidak ditulis namanya.
CNN mencatat, peristiwa ini menewaskan seorang warga. Namun angka korban jiwa masih simpang siur.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas junta militer Myanmar belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Polisi anti huru hara disiagakan dan langsung membentangkan garis polisi di sekitar lokasi kejadian.
Sekadar mengingatkan, pada 26 September 2007, ribuan biksu pendukung demokrasi menggelar demonstrasi di pusat kota Yangon.
Demo ini ditanggapi dengan tindakan represif oleh junta militer. Akibatnya sekitar 31 orang tercata tewas. [rm/min]
|