Tiket Non Seat Ludes Terjual
BATAM - Puncak arus mudik dengan kapal Pelni tujuan Jakarta terjadi,
Rabu (24/9) kemarin. Pemudik yang berangkat dari Batam mencapai 1.640
orang. Pelni juga menjual 200 tiket non seat beberapa saat sebelum
keberangkatan. Tiket ludes dalam waktu satu jam.
Data Pelni Cabang Batam, jumlah penumpang yang turun di Batam dari Medan sebanyak 620 orang. Penumpang yang melanjutkan perjalanan dari Medan ke Jakarta 1.018 orang. Dan penumpang naik dari Batam 1.640 orang.
Manajer Usaha Pelni Cabang Batam, Siswandi menyebutkan, pihaknya menjual tiket non seat kemarin untuk membantu penumpang agar semuanya bisa mudik ke kampung halaman. ”Last minute kita buka. Dari pukul 13.30 WIB sampai 14.30 WIB. Langsung habis 200 tiket,” kata Siswandi di Pelabuhan Beton Sekupang.
Pengamanan pelabuhan lebih ketat dari sepekan sebelumnya. Tak hanya polisi, juga ada dari Yonif 134 Tuah Sakti, Kodim 0316 Batam, Lanal Batam, KPLP dan Satpol PP. Kapoltabes Barelang Kombes Slamet Riyanto memantau arus mudik melalui kapal Pelni ini. Ia didampingi Kasat Intel Kompol Hendrawan, Kapolsek Sekupang AKP Benny Alamsyah, Kapolsek KP3 Poltabes Barelang, AKP Furqon dan sejumlah perwira lain.
Tak hanya memantau penumpang yang naik ke kapal, Kapoltabes juga naik ke atas KM Kelud. Ia mengecek kondisi penumpang di atas kapal. Tak lama di atas kapal, ia turun dan memantau penumpang yang antrian di pintu keberangkatan. ”Arus mudik lancar. Tak ada masalah. Antrean hanya di pintu keberangkatan. Tapi tujuannya agar tak ada penumpukan di dalam pelabuhan,” katanya.
Antrean terjadi di pintu keberangkatan yang panjangnya sampai 150 meter. Hanya penumpang yang punya tiket yang diperbolehkan masuk ke dalam pelabuhan dan naik ke kapal. Tak ada pengecekan tiket. ”Kalau tiket diperiksa, beberapa jam penumpang sampai ke kapal. Pokoknya ada tiket, bisa masuk kapal,” kata Siswandi.
Pengamanan
Poltabes Barelang sudah membuat pos pelayanan di sejumlah titik, termasuk Pelabuhan Domestik Sekupang, sejak Rabu (24/9) kemarin. Fokusnya pengamanan arus mudik dan balik yang berakhir 8 Oktober mendatang.
Kepala Unit Kecil Lapangan (KUKL) Pelabuhan Domestik Sekupang, AKP Dasrul Savit mengatakan, wilayah kerjanya juga mencakup Pelabuhan Beton Sekupang. Di pos pelayanan, katanya dilengkapi 12 personil lengkap. Ada yang dari intel, reskrim, dan samapta.
”Posnya baru dibangun hari ini (kemarin-red). Kita tugas di sini sampai 8 Oktober. Penanggungjawabnya Kapolsek KP3,” kata Dasrul di Pelabuhan Domestik Sekupang.
Di pos pelayanan, ditempelkan jadwal keberangkatan kapal dari Batam tujuan ke sejumlah daerah. termasuk data-data jumlah kapal yang beroperasi di pelabuhan. Kata Dasrul, kondisi pelabuhan domestik ramai pagi hari. Sedangkan, pelabuhan beton ramainya hanya saat kapal Pelni datang dua kali seminggu.
”Tinggal menggeser anggota saja. Kapal Pelni jelang lebaran masuk ke Batam tinggal dua kali lagi. Jadi fokus kita ke domestik,” ujarnya.
Pos pelayanan di Pelabuhan Domestik dibuat di pintu masuk pelabuhan. Selain pos polisi, juga tersedia bangku yang bisa dimanfaatkan pemudik untuk istrihat. Pemudik juga takkan kehujanan karena ada atapnya dari terpal.
Sementara, Kepala Pelabuhan Domestik Sekupang, Wahman mengatakan, pihaknya fokus dalam pelayanan untuk kelancaran penumpang mudik. Sesuai arahan Wali Kota Batam, katanya pihak pelabuhan diminta mengawasi agar tak ada penumpang yang tak terangkut. ”Kita beri pelayanan agar penumpang yang mudik tak susah,” kata Wahman, kemarin.
Arus mudik, katanya mulai padat sejak, Rabu (24/9) kemarin. Pihaknya sudah berjaga-jaga di pelabuhan sejak pukul 03.00 WIB. Pasalnya, kapal ada yang sudah berangkat pukul 04.00 WIB. ”Besok (hari ini, red) mulai membludak. Ada enam kapal tujuan Pekanbaru dan Dumai. Ada juga satu kapal ke Palembang,” ujarnya.(dea)
|