Ingin Raih 30 Persen Kursi Dewan
BATAM - Ratusan calon legislatif (caleg) perempuan Batam bergabung dan
membentuk Forum Komunikasi Caleg Perempuan (FKCP). Dalam acara buka
puasa bersama, Selasa (23/9) lalu, para caleg perempuan ini, bertekad
menguasai 15 kursi di DPRD kota dan 8 kursi di DPRD provinsi.
Latar belakang pembentukan forum lintas partai ini sendiri, sedikit berbau ”sakit hati” atau ”dendam” masa lalu. Dimana, caleg perempuan lebih sering mendapat tempat atau nomor urut yang kurang menguntungkan.
“Saya hampir 12 tahun bergabung jadi pengurus dan kader partai PDI-Perjuangan. Dengan galangan massa yang saya miliki, saya sudah mengantarkan dua orang duduk menjadi anggota DPRD pada pemilu 2004 lalu. Waktu itu saya jadi caleg dengan nomor urut 4,” kata Ernawati, caleg PDI-P yang dipercaya jadi Ketua FKCP Batam, usai berbuka puasa bersama, Selasa (23/9) lalu.
Ernawati mengaku, kembali dipasang di nomor empat pada pemilu 2009 mendatang. Atas dasar itu, para caleg perempuan di Batam memilih berkongsi. Tujuannya, tak lain untuk memperjuangkan para caleg perempuan yang mendapat nomor urut 1 di daerah pemilihannya, agar benar-benar jadi anggota dewan.
Ditambahkannya, pembentukan FKCP dimaksudkan agar perempuan benar-benar diberdayakan. Pasalnya, kaum hawa juga punya hak dan kemampuan yang sama dengan laki-laki dalam berpolitik. ”Kita punya potensi,” tukasnya.
Selain itu, FKCP juga akan memperjuangkan kaum perempuan yang tidak pernah atau jarang mendapatkan nomor urut jadi dalam pemilu. Untuk bisa meraih impian itu, para caleg perempuan ini akan berkampanye bersama dan melakukan propaganda-propaganda perubahan serta keseimbangan.
Mereka bahkan bertekat untuk membuat satu baliho besar, berisi 3-4 foto caleg perempuan dari partai-partai berbeda. ”Ini berguna untuk mengakali biaya kampanye,” ujar Harny, caleg perempuan dari Partai Amanat Nasional (PAN).
FKCP bertekad mengarahkan masyarakat untuk memilih perempuan supaya kuota 30 persen bisa tercapai. (ros)
|