|
TANJUNGPINANG — Angin ribut kembali terjadi di Tanjungpinang, Rabu
(24/9) pagi. Angin ribut yang disertai dengan hujan deras itu muncul
tak terduga sekitar pukul 09.30 WIB.
Sejumlah kerusakan baik seperti bangunan terjadi. Namun, hingga kemarin sore belum terdengar adanya korban jiwa. Selain merusak bangunan, angin ribut itu juga menghanyutkan satu kapal pompong yang membawa 32 orang penumpang. Pompong itu dari Tanjungpinang dengan tujuan Senayang.
Informasinya, setelah pompong berjalan, hujan disertai angin ribut datang dan membuat mesin pompong mati. Akibatnya, pompong bersama 32 orang penumpangnya hanyut terbawa arus ke arah Pulau Dompak sebelah utara, tepatnya di sekitar Tanjung Duku.
Meski hanyut dan tak bisa berbuat apa-apa, pompong dan para penumpangnya selamat. Ini karena lokasi hanyutnya tak jauh dari perairan Tanjungpinang – Dompak. Sehingga, kita ada informasi, pertolongan pertama dari warga cepat datangnya. Selanjutnya informasi itu sampai ke petugas terkait di sekitar pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, seperti ke KP3, KPLP, dan kesehatan pelabuhan. Dengan mengunakan kapal patrolinya, KPLP langsung menuju lokasi hanyutnay pompong tersebut. Ke 32 penumpang pompong dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Sei Jang.
”Memang semua korban basah kuyup tapi syukurnya semuanya selamat,” jawab seorang petugas menjawab Batam Pos, kemarin. Pantauan di pelabuhan Sei Jang, para penumpang pompong itu terlihat menggigil kedinginan. Para korban lansgung diberi pertolongan pertama sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanannya lagi.
Selain membuat kapal hanyut, angin kencang juga menyebabkan beberapa unit rumah di Kp Bulang Pulau Penyengat mengalami kerusakan. Umumnya, bentuk kerusakan itu adalah terbangnya atap rumah. Seperti yang dialami rumah orang tua Diana. ‘’Dia bilang atap dapur rumahnya terbang habis. Selain rumahnya, tiga rumah di sekitarnya atapnya sebagian juga ikut terbang,” ujar Ucok.
Sementara itu kuatnya angin juga menyebabkan pagar seng yang membatasi Kantor Kejati Kepri dengan Kantor Pemadam Kebakaran rubuh sepanjang beberapa belas meter. Sedangkan di Lapangan Skip depan Sulaiman Abdullah, angin kencang menyebabkan sejumlah stand bazar rusak berantakan. Bahkan, tower multi media yang baru berusia sekitar enam bulan di SMKN 1 Tanjungpinang juga ikut roboh karena angin itu. (git)
|