|
Depdag Antisipasi Peredaran Susu Melamin |
|
Rabu, 24 September 2008 | 16:45:11 |
Jakarta (BCZ) Departemen Perdagangan (Depdag) akan lebih
mengintensifkan penegakan perlindungan konsumen dalam kasus beredarnya
susu formula bayi asal China yang mengandung melamin.
Sekjen Depdag Ardiansyah Parman menegaskan bahwa pengawasan ketat tetap dilakukan oleh pihaknya, menyusul keresahan masyarakat atas produk-produk China.
"Kami lakukan koordinasi pengawasan peredaran produk susu formula dan produk yang berbahan baku susu asal Tiongkok, kami intensifkan pengawasan di lapangan,” tegasnya, Rabu (24/9).
Hal itu dilakukan menyusul informasi dari kantor perwakilan Indonesia di Beijing yang menyebutkan, pemerintah China melalui Administration of Quality Supervision, Inspection, and Quarantine (AQSIQ) secara resmi telah mengumumkan 22 perusahaan yang memproduksi susu formula yang produknya terkontaminasi melamin.
“Produk tersebut telah mengakibatkan banyak bayi di China menjadi korban,” ujarnya.
Di sisi lain, Depdag memastikan dan memperoleh pernyataan dari Asosiasi Produsen Makanan Bayi (APMB) bahwa mereka tidak mengimpor produk susu, baik dalam bentuk bahan baku maupun produk jadi susu formula, dari China.
“Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, peningkatan koordinasi akan diintensifkan melalui penguatan fungsi PIPIMM (Pusat Informasi Produsen Industri Makanan dan Minuman),” tuturnya seraya mengatakan, pihaknya terus melakukan antisipasif menyusul penilaian Depdag telah kecolongan. [iga]
|