|
Alasan Kepergian Ronaldinho Terungkap |
|
Rabu, 24 September 2008 | 14:31:53 |
Jakarta (BCZ) Meski Ronaldinho sudah pindah ke AC Milan, media
Spanyol ternyata tetap memburu alasan penting kepergian sang pemain
dari Barcelona.
Seperti dilansir Goal, Rabu (24/9), sebuah televisi Spanyol Canal Plus TV Program akhirnya mengungkapkan hal tersebut. Acara yang dipandu oleh Michael Robinson itu berhasil megumpulkan pernyataan-pernyataan dari para petinggi dan juga teman dari Ronaldinho semasa di Camp Nou.
Robinson berhasil mewawancarai Presiden Barca Joan Laporta, Direktur Teknik Txiki Begiristain dan juga rekan satu tim Dinho, Edmilson yang kini sudah membela Villareal.
Laporta mengatakan pada musim gugur 2007 setelah pertandingan melawan Real Zaragoza dirinya mulai melihat beberapa perubahan sikap dari pemain tertentu yang mulai mempengaruhi skuad. Ronaldinho dan Deco ternyata tidak ikut dengan bus tim untuk kembali ke hotel. Mereka lebih memilih pergi dengan mobil pribadi dan berhenti di beberapa tempat sepanjang jalan.
"Pada akhirnya kami berbicara kepadanya dan mencari tahu apa yang dipikirkannya dan dia mengatakan kepada kami ingin bertahan dan menjadi baik lagi. Kami percaya kepadanya karena apa yang pernah dilakukannya kepada klub. Namun, itu semua berbalik meski banyak orang mendukungnya, Ronaldinho benar-benar sendiri," ucap Laporta.
Berbeda dengan Laporta, Begiristain malah melihat sudah sejak Piala Dunia 2006 Dinho berubah. Permainannya sudah tidak menunjukkan kualitas seperti yang sebelumnya.
"Semuanya menjadi terungkap ketika ia kembali dari Piala Dunia 2006. Kami mencatat perubahan dalam bentuk detail. Dia tidak bisa mengalahkan pemain dalam satu lawan satu. Dia mudah cedera, mudah terpengaruh dengan sesuatu yang terjadi di sekitarnya dan dia berjuang untuk kembali ke tim nasional," papar Begiristain.
Opini hampir serupa juga diberikan Edmilson dengan tambahan seharusnya dukungan lebih diberikan kepada Ronaldinho. Sebab, pengaruh dari luar sangat mempengaruhi pemain termasuk kepada Dinho.
"Mungkin orang di klub, dari dokter hingga presiden, dari pelatih hingga pemain lainnya bisa melakukan hal lebih untuk menolongnya. Di Barcelona banyak pengaruh buruk yang bisa merusak pemain dan mungkin dia tidak mempunyai keinginan untuk pergi jauh dari mereka," ungkap Edmilson. (rm/oji)
|