Angkutan bagi para pemudik untuk merayakan Natal terancam karena kapal Kelud harus naik DOK |
 |
Today's Must-Reads
Editorials
Mendengar janji penghapusan PP 63, Importir rame-rame daftar ulang ke BC
Penurunan harga BBM dinilai oleh anggota Dewan harus diiringi dengan penurunan tarif angkutan | |
|
Ratu Jogja Tolak UU Antipornografi |
|
Selasa, 23 September 2008 | 11:31:11 |
JOGJA - Kontroversi pengesahan Undang-Undang Antipornografi terus
berlangsung di beberapa daerah di Nusantara. Yang menolak terkesan
lebih lantang menyuarakan sikapnya.
Di
Jogja, beberapa tokoh masyarakat terlibat dalam aksi penolakan UU
tersebut. Salah satunya adalah permaisuri Keraton Jogja Gusti Kanjeng
Ratu (GKR) Hemas.
Istri Sultan Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono
X tersebut hadir bersama ratusan peserta aksi di gedung DPRD DIJ
(Daerah Istimewa Jogja) di Jalan Malioboro kemarin. Selain Hemas,
tampak pula seniman tenar Jogja Butet Kartaredjasa. ''UU Antipornografi
itu sangat tidak jelas. Dalihnya untuk melindungi anak dan perempuan.
Tapi, materinya tidak jelas," kritik Hemas berapi-api.
Saat
menyampaikan orasinya, Hemas mengikat kepalanya dengan kain putih
bertulisan ''Yuk Tolak RUU Pornografi''. Anggota DPD RI itu mengajak
semua elemen� bersatu padu menolak RUU tersebut. ''Mari kita tolak
bersama-sama," ajaknya semangat.
Sementara itu, Butet dengan
gayanya yang menggelitik menyebut mereka yang menyusun UU itu
berpikiran ''ngeres''. ''Membangkitkan hasrat seksual itu apa
ukurannya. Memang wakil rakyat bisa mengukurnya," ucap seniman monolog
itu.
Menurut dia, berfantasi dan berimajinasi adalah wilayah
privat sehingga tidak pantas negara mengurusinya. ''RUU itu hanya akan
menimbulkan potensi konflik horizontal," ingatnya.
Mantan Ketua Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIJ Budi Wahyuni juga ikut bicara. Aktivis PKBI itu menilai RUU Antipornografi hanyalah bentuk dari kemunduran berpikir.
Wakil
Ketua DPRD DIJ Agus Sulistiyono yang menerima para pengunjuk rasa
menyatakan dukungannya terhadap aksi tersebut. Dia pun didaulat meneken
pernyataan penolakan.
Setelah beraksi di halaman gedung DPRD
DIJ, Hemas kembali ikut turun ke jalan saat beraksi di depan Gedung
Agung. Kali ini sejumlah seniman datang bergabung.
Mereka,
antara lain, Djaduk Ferianto dan Eko Bebek. Orasi dan pertunjukan seni
pun digelar. Aksi itu berlangsung tiga jam, pukul 14.00-17.00.
Masyarakat yang ikut mendukung dipersilakan meneken di atas kain putih
yang dipasang di pagar Gedung Agung.
Tolak Bala di Solo
Di Solo, komunitas seniman Solo yang membentuk Solo Rayakan
Keberagaman (Sorak) menduduki gedung DPRD setempat. Mereka datang untuk
melakukan prosesi tolak bala, memprotes pengesahan Rancangan
Undang-Undang (RUU) Antipornografi dan Pornoaksi (APP) menjadi
undang-undang.
Dimotori seniman tari Suprapto Suryodarma,
ratusan seniman membawa sebatang lidi di depan Gedung Paripurna DPRD.
Lidi tersebut diberi bawang merah dan cabai yang kemudian ditancapkan
di atas potongan batang pohon pisang berukuran sekitar setengah meter.
Sekitar
15 menit ritual itu berlangsung, Mbah Prapto -sapaan akrab Suprapto-
pun memanjatkan doa di depan lidi-lidi yang ditancapkan itu. Lidi
dipilih sebagai simbol karena jika disatukan akan menjadi sebuah
kekuatan untuk membersihkan segala macam kotoran.
''Kotoran
dalam hal ini tidak hanya yang pro terhadap RUU APP, tapi yang kontra
juga harus membersihkan diri. Pada hakikatnya, RUU APP ini mengandung
konflik. Maka, harus disapu bersama-sama,'' katanya.
Prapto
menambahkan, RUU APP yang akan disahkan dinilai malah memecah belah
kebinekaan di Indonesia. Sebab, ada beberapa pasal yang sebetulnya
tidak harus dicantumkan malah ditonjolkan.
Misalnya, pasal 14
RUU yang menyatakan bahwa pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan
materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai
seni-budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional. ''Kata-kata seni,
budaya, dan adat istiadat yang dikaitkan dengan seksualitas seharusnya
tidak dimunculkan. Sebab, malah bikin salah tafsir dan membuat
kerancuan,'' tandasnya.
Aksi para seniman itu disambut baik oleh
Ketua DPRD Hariadi Saptono. Aspirasi yang disuarakan para seniman
diterima Hariadi. ''Pernyataan sikap ini kami terima dan akan kami
kirim ke Jakarta untuk ditindaklanjuti,'' ujarnya.
Setelah
menerima pernyataan sikap itu, Hariadi ikut menancapkan sebatang lidi
ke batang pisang diikuti para seniman lain. Selama aksi, salah satu
seniman, Mugiyono Kasido, terus melantunkan langgam Jawa mengiringi
setiap langkah para peserta yang akan menancapkan lidi. (un/tej/kus/jpnn/ruk)
|
|  |
|
Internasional
-
Rio de Jeneiro (BCZ) Pemerintah Brasil telah mencapai kesepakatan
dengan Pemerintah Pakistan untuk menjual 100 rudal mereka ke Pakistan.
Mumbai (BCZ) India terus berusaha mengungkapkan siapa di balik
teror Mumbai. Dini hari kemarin WIB (2/12), New Delhi merilis daftar
teroris most wanted alias paling dicari. Daftar tersebut diserahkan
kepada High Commissioner Pakistan karena India tetap yakin bahwa negara tetangga mereka itu... |
Real Estate
-
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup... BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual... |
|
|