|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Angkutan bagi para pemudik untuk merayakan Natal terancam karena kapal Kelud harus naik DOK
Today's Must-Reads
SBY: Kita Mengenal Kebebasan Berbicara
Senin, 22 September 2008 | 17:08:32
Jakarta (BCZ) Menyusul akan dijadikannya Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) DR Rizal Ramli sebagai tersangka kasus penghasutan demo anti kenaikan harga BBM, pemerintah pun dituding tengah melakukan pembungkaman tokoh kritis. Ternyata, tuduhan tersebut telah membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sewot sekaligus gundah. Ia secara tegas membantah telah melakukan kebijakan yang menghambat kebebasan berbicara.

"Saya baca di koran, katanya Pemerintah tidak menginginkan ada kebebasan berbicara. Empat tahun ini kita sama-sama mengalami, kurang apa? Kadang-kadang presiden dicaci maki atas nama freedom, unjuk rasa berapa banyak, talk show, spanduk, iklan, segala macam. There are freedom," kata Presiden di depan lulusan program pendidikan reguler angkatan 41 Lemhanas RI di Istana Negara Jakarta, Senin siang (22/9).

Pada masa pemerintahannya ini, sebut SBY, kebebasan berbicara, kebebasan pers dan kebebasan berkumpul telah berjalan dengan baik.

"Tidak ada orang yang tiba-tiba ditangkap, dimasukkan ke penjara tanpa proses hukum sebagaimana era yang dulu," tegasnya.

Presiden menambahkan dirinya juga tidak pernah memaksakan kehendaknya untuk meminta polisi menangkap para pengunjuk rasa yang menentang kebijakannya karena melakukan unjukrasa bukanlah kejahatan.

Hal ini berbeda dengan melakukan atau memimpin aksi kekerasan yang merugikan orang banyak sehingga tindakannya itu harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Sudah empat tahun kita seperti ini, malah ada yang mengatakan ini ekstrim freedom yang sedang mencari bentuknya daripada kita tidak demokratis, dibelenggu sana sini. Jadi biarkan mekar kebebasan demokrasi tapi harus bersamaan dengan rule of law," katanya. [rm/iga]

 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Rio de Jeneiro (BCZ) Pemerintah Brasil telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Pakistan untuk menjual 100 rudal mereka ke Pakistan.
    Mumbai (BCZ) India terus berusaha mengungkapkan siapa di balik teror Mumbai. Dini hari kemarin WIB (2/12), New Delhi merilis daftar teroris most wanted alias paling dicari. Daftar tersebut diserahkan kepada High Commissioner Pakistan karena India tetap yakin bahwa negara tetangga mereka itu...
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us