Penurunan harga BBM dinilai oleh anggota Dewan harus diiringi dengan penurunan tarif angkutan
Serbuan Produk Malaysia Menjadi Berkah
Senin, 22 September 2008 | 16:20:25
Pontianak (BCZ) Serbuan makanan buatan Malaysia yang banyak beredar di
Pontianak sangat disyukuri oleh masyarakat karena dengan kualitas yang
sama mereka bisa mendapatkan makanan dan minuman tersebut dengan harga
yang lebih murah.
“Untuk minuman kaleng saja beda harga satu packnya bisa mencapai Rp30.000 dibanding dengan buatan lokal. Masyarakat tentu merasa sangat diuntungkan dan lebih memilih produk Malaysia,” kata Zainul, seorang penjual di Pontianak.
Menurutnya, selisih harga yang menguntungkan tersebut dengan kualitas produk yang tak kalah bermutu, menjadi berkah tersendiri bagi konsumen, khususnya memasuki hari raya keagamaan.
"Karena itu kami mengimbau Bapak Kapolda agar tidak bertindak represif dan melarang masyarakat untuk membeli produk tersebut," katanya.
Ia melanjutkan, peredaran produk pangan Malaysia itu yang merasa dirugikan hanya segelintir orang yaitu produsen dalam negeri. Sedangkan masyarakat merasa diuntungkan dengan beredarnya produk sejenis dari Malaysia.
"Kami juga mengimbau anggota dewan yang menyikapi masalah ini untuk tidak berpihak kepada produsen. Tapi berpihaklah kepada rakyat. Justru disinilah kita merasakan salah satu manfaat dibukanya pintu lintas batas dengan negara sahabat," katanya.
Mekanisme Pasar
Sementara itu Komandan Resimen Khusus Yudha Putra PPM Perbatasan, Christo S Lomon tidak sependapat dengan pernyataan bahwa masyarakat yang membeli produk dari Malaysia karena kurangnya rasa nasionalisme.
"Dalam konteks ini tidak ada hubungannya dengan nasionalisme. Dalam persoalan ini yang terjadi adalah bahwa kondisi dan tingkat kesejahteraan masyarakat Kalbar masih rendah sehingga daya belinya juga rendah. Sehingga ketika ada produk dengan harga lebih murah, maka sangat wajar mereka membeli dengan harga yang murah. Jadi di sini terjadi mekanisme pasar, bukan persoalan nasionalisme," katanya.
Christo menambahkan bahwa perekonomian masyarakat perbatasan akhir-akhir ini mengalami kelesuan dan kevakuman karena sepinya aktivitas keluar-masuk barang dari atau ke Malaysia. Dengan banyaknya peredaran barang-barang Malaysia pada hari besar keagamaan ini, maka perekonomian di sana menjadi hidup dan bergairah kembali. Suasana yang mulai membaik ini hendaknya terus didorong.
"Janganlah suasana ini diperkeruh kembali dengan pelarangan-pelarangan dan kecurigaan, sehingga membuat mereka frustasi yang gilirannya menimbulkan ekses negatif lainnya, seperti kegiatan tarfficking, perjudian, pencurian, narkoba dan lainnya," katanya. (jpnn/zan)
Mumbai (BCZ) India terus berusaha mengungkapkan siapa di balik
teror Mumbai. Dini hari kemarin WIB (2/12), New Delhi merilis daftar
teroris most wanted alias paling dicari. Daftar tersebut diserahkan
kepada High Commissioner Pakistan karena India tetap yakin bahwa negara tetangga mereka itu...
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup...
BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual...