|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Angkutan bagi para pemudik untuk merayakan Natal terancam karena kapal Kelud harus naik DOK
Today's Must-Reads
Hutan Bakau Makin Menipis
Senin, 22 September 2008 | 10:47:26
Setahun, 83 Ha Dibabat Jadi Arang
BATAM - Hutan bakau Batam semakin hari semakin menipis. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ditjen Pengawasan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) kebanyakan hutan bakau di Batam dibabat untuk dijadikan arang. Selain itu, ada juga yang rusak karena reklamasi.

Pantauan dan pengawasan P2SDKP di sejumlah titik hutan bakau di wilayah Batam, ditemukan 300 dapur pembuatan arang bakau ilegal. Dari 300 dapur arang itu, dapat memproduksi 1.800 ton arang per satu kali produksi ini. Saat ini aktivitas mereka dinonaktifkan.


”Statusnya kita quo-kan dan tidak boleh beroperasi,” kata Direktur Pengawasan Sumberdaya Laut P2SDKP Ansori Zawawi pada pers di Kantor Wali Kota Batam, belum lama ini.


Dalam pengawasannya, Ditjen bekerjasama dengan Dinas KP2K Kota Batam telah menyisir daerah pesisir. Diperkirakan, Batam memiliki 4.800 hektare hutan bakau di luar hutan bakau di Barelang. Kebanyakan dari hutan ini, sebut Kepala Dinas KP2K Suhartini, sudah gundul dan rusak. Kalau pun tumbuh, hanya dengan ketinggian dua meter saja.


Ansori menyebut, tak hanya pembuatan arang saja yang dilakoni pengusaha bakau ini. Bahkan perusahaan telah mengekspor bakau gelondongan ke Malaysia dan Singapura dalam jumlah besar.


Permintaan arang negara tetangga ini, dapat dipenuhi dengan produksi arang bakau ilegal Batam yang cukup tinggi. Untuk satu kali produksi saja, satu unit dapur dapat menghasilkan arang 1.500-2.100 ton arang.


Berdasarkan analisa Ditjen dan Dinas KP2K, untuk satu ton, diperlukan 115 batang bakau ukuran standar (2,5 inchi dan panjang 3 meter).


”Dengan kerapatan rata-rata hutan bakau Batam, hutan yang harus ditebang (dengan bakau ukuran standar), bisa mencapai 69-83 hektare per satu kali produksi,” kata Ansori.


Berdasarkan pengawasan di lapangan, satu kali produksi, memerlukan waktu 45 hari sampai dua bulan.
Ia mengakui, memang banyak tenaga kerja yang terserap, untuk 300 dapur yang diawasi, perusahaan melibatkan 3.600 pekerja. ”Tapi informasi yang kita terima, pekerja ini pun dibayar murah, Rp800 ribu per bulan,” kata Suhartini.


Dengan fakta itu, dirinya menolak keras jika penertiban usaha pembuatan arang bakau ini disebut mematikan mata pencarian warga. ”Yang diuntungkan besar-besaran itu tokenya, bukan masyarakat sekitar,” katanya.


Namun begitu, pihaknya tetap akan mencarikan alternatif mata pencarian bagi pekerja yang berasal dari warga sekitar, misalnya menyalurkan ke kelompok budidaya ikan setempat. Pusat melalui koordinasi daerah juga akan menciptakan mata pencarian alternatif seperti kerajinan tangan dengan menggunakana APBN dan dana CSR. ”Sedangkan dapur yang ada, akan kita bongkar,” tegasnya.


Mendukung upaya penertiban in, Pemerintanh juga melibatkan kepolisian kesatuan 134, satpol PP, Ditpam OB, Dinas KP2K, kejakasanaan dan LSM. Meski melarang penebangan bakau dan pembuatan arang, namun pemerintah membuat pengecualian ke perusahaan galangan kapal (shipyard).


Perusahaan diizinkan menebang bakau untuk keperluan lokasi perusahaan dengan catatan harus melaporkan dulu ke dinas terkait. Jika pemerintah telah menetapkan lahan penggantinya, barulah penebangan diperkenankan. (ary)


 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Rio de Jeneiro (BCZ) Pemerintah Brasil telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Pakistan untuk menjual 100 rudal mereka ke Pakistan.
    Mumbai (BCZ) India terus berusaha mengungkapkan siapa di balik teror Mumbai. Dini hari kemarin WIB (2/12), New Delhi merilis daftar teroris most wanted alias paling dicari. Daftar tersebut diserahkan kepada High Commissioner Pakistan karena India tetap yakin bahwa negara tetangga mereka itu...
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us