|
BATAM - Angkutan Lebaran di Pelabuhan Domestik baik di Telaga
Punggur maupun Sekupang mencukupi. Meski demikian Indonesian National
Shipowners Association (INSA) Batam tetap meminta anggotanya membatasi
barang penumpang.
Ketua INSA Batam Zulkifli Amura mengatakan angkutan lebaran kali ini diatur sedemikian rupa sehingga mencukupi. Rute yang kekurangan armada, katanya, ditambah dan disiapkan cadangangannya. ”Itu sudah diatur dengan kantor pelabuhan, Dinas Perhubungan, Adpel,” kata Zulkifli Amura kepada Batam Pos, kemarin.
Untuk tujuan Pekanbaru, Dumai, dan Buton, warga tidak perlu khawatir karena armadanya cukup. Begitu pun dengan tujuan Kuala Tungkal yang selama ini kurang. ”Kita carter dua kapal untuk ke Kuala Tungkal,” akunya.
Sementara melalui Punggur tujuan Tanjungpinang, armada yang tersedia berlebih. Menurut Amura, penumpang akan ramai mulai H-10 atau H-7. Meski armada cukup, INSA tetap meminta penumpang membatasi barang bawaan. ”Kita utamakan penumpang,” tegas Amura.
Ia mengharapkan penumpang hanya membawa satu tentengan saja dengan berat maksimal 20 kilogram per orang. Jika terpaksa membawa banyak barang, jelas Amura, agen kapal akan mengenakan biaya yang mahal. ”Di-charge mahal supaya tidak bawa barang banyak, jera. Untuk biayanya tergantung agen,” katanya.
Sementara itu, arus mudik di Pelabuhan Telagapunggur juga mulai terasa. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah penumpang diperkirakan lebih dari 4.000 orang. Kondisi mulai ramai tersebut, memaksa perushaan pelayaran seperti MV Baruna dan Sentosa menambah jam operasional pelayaran untuk rute Telagapunggur-Sri Bintanpura.
”Mulai H-7, pelayaran dibuka sampai malam pukul 20.00 WIB,” kata Kepala Pos Pelabuhan Telagapunggur, Musliman, kemarin. Ia mengatakan, tambahan jam operasional itu berlaku jika penumpang di pelabuhan dirasa cukup ramai.
Kapoltabes : Itu Calo
Tak ada kata kompromi untuk pelaku percaloan di Bandara Hang Nadim pada masa mudik Lebaran tahun ini. Kriteria calo pun dipertegas. Menurut Kapoltabes Barelang Kombes Slamet Riyanto, mereka yang mengurus tiket dalam jumlah cukup banyak namun tidak ikut terbang adalah calo.
”Itu calo. Kalau ada yang seperti itu, petugas bisa langsung menangkapnya,” kata Kapoltabes saat meninjau keamanan arus mudik Lebaran mendekati H-7 di Bandara Hang Nadim, Ahad (21/9).
Bagaimana dengan protokoler yang salah satu tugasnya memang mengurusi tiket para pejabat maupun tamu-tamunya? ”Itu beda. Protokol kan resmi dan bisa dikenali melalui identitasnya,” ujar Slamet.
Ia mengakui, Hang Nadim merupakan salah satu pintu mudik yang cukup marak praktek percalaonnya. Ini, lantaran pesawat merupakan sarana transportasi yang dianggap paling efisien untuk berpergian ke luar Batam. Apalagi, jumlah penumpang pesawat dari tahun ke tahun terus meningkat.(uma/ros)
|