|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Angkutan bagi para pemudik untuk merayakan Natal terancam karena kapal Kelud harus naik DOK
Today's Must-Reads
Pusat Kurang Perhatikan Perbatasan
Senin, 22 September 2008 | 10:40:07
Infrastruktur Perlu Rp 4 Triliun, Hanya Dianggarkan Rp 100 M
SAMARINDA - Salah satu kendala penjagaan perbatasan Indonesia-Malaysia adalah minimnya infrastruktur menuju wilayah perbatasan. Infrastruktur di wilayah Indonesia berbeda 180 derajat jika dibandingkan dengan yang dibangun Negeri Jiran di wilayah mereka yang dekat perbatasan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Kalimantan Timur Husinsyah membenarkan kondisi itu. Persoalan mendasar adalah dana pembangunan.

Menurut dia, infrastruktur menuju dan dekat perbatasan berstatus nasional. "Dengan demikian, pembangunannya harus mendapatkan dukungan dari APBN," jelasnya.

Menurut Husinsyah, sangat berat bagi Kaltim jika harus menanggung sendiri pembangunan infrastruktur di wilayah dekat perbatasan. Dia menjelaskan, panjang jalan dari ibu kota Kaltim di Samarinda menuju titik perbatasan dengan Malaysia adalah 1.231 km.

Sebagian besar kondisinya rusak berat. Di ruas Bontang-Sengata, misalnya, ada sekitar 63 km bagian dengan kondisi sangat memprihatinkan. "Saat hujan, menjadi kubangan lumpur. Sering ada truk atau bus yang harus diderek karena terperosok," paparnya.

Dari Sengata menuju Tanjung Redeb, kondisi akses sepanjang 415 km lebih memprihatinkan. Ketika cuaca kurang bersahabat, pengemudi harus menunda perjalanan dan menginap.

Ungkapan senada disampaikan oleh Sekretaris Provinsi Kaltim Syaiful Teteng. Menurut dia, panjang jalan memang sudah lumayan. Namun, kondisi dan perawatannya memprihatinkan. "Dukungan APBN (untuk pemeliharaan jalan itu, Red) sangat minim," terangnya.

Perbaikan yang bisa dilakukan saat ini lebih bersifat tambal sulam. Ketika satu ruas diperbaiki, ruas lainnya rusak. Parahnya, dana yang disediakan tidak sebanding dengan kerusakan jalan tersebut. "Tidak pernah tuntas," ucapnya.

Dia berharap pemerintah pusat menaruh perhatian pada kondisi infrastruktur di perbatasan tersebut. Kalau harus ada proyek pembenahan, diharapkan dilakukan secara utuh. "Kalau paket proyeknya kecil-kecil, kapan selesainya? Kerjaan nggak akan selesai," tambahnya.

Kalau selama ini proyek pembangunan jalan berupa paket, disesuaikan dengan jumlah dana, diusulkan pengerjaan dilakukan dengan program khusus. "Misalnya, program pembangunan ruas jalan Bontang-Sengata. Pembangunannya dilakukan sekaligus, baru pembayaran kepada kontraktor dilakukan bertahap, disesuaikan anggaran," bebernya.

Syaiful menegaskan, janji pemerintah pusat memperhatikan pengembangan kawasan perbatasan tidak kunjung terbukti. Faktanya, alokasi anggaran pembangunan sarana prasarana jalan kawasan perbatasan sangat minim.

Menurut dia, pembangunan jalan di kawasan perbatasan membutuhkan dana tidak kurang dari Rp 4 triliun. "Tetapi, dari kas pemerintah pusat hanya Rp 100 miliar, itu pun cuma terjadi tiga tahun terakhir," sambungnya.

Dikatakan, Pemprov Kaltim sebenarnya sudah membangun 430 km jalan penghubung trans-Kalimantan antara Malinau-Simenggaris. Selain itu, ada rencana pembangunan jalan perbatasan 500 km yang menghubungkan Malinau-Nunukan.

Juga, ada empat daerah perbatasan yang menjadi target pembangunan perbatasan, yakni Bulungan, Malinau, Tana Tidung, dan Nunukan. Namun, semua rencana tersebut terkendala biaya. (eff/jpnn/ruk)
 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Rio de Jeneiro (BCZ) Pemerintah Brasil telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Pakistan untuk menjual 100 rudal mereka ke Pakistan.
    Mumbai (BCZ) India terus berusaha mengungkapkan siapa di balik teror Mumbai. Dini hari kemarin WIB (2/12), New Delhi merilis daftar teroris most wanted alias paling dicari. Daftar tersebut diserahkan kepada High Commissioner Pakistan karena India tetap yakin bahwa negara tetangga mereka itu...
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us