|
BATAM - Daftar caleg di Pemilu 2009 banyak dipenuhi kader partai
akar jenggot. Yakni caleg yang hanya mengakar ke elit partai, tapi
tidak mengakar ke masyarakat.
Anggota DPRD Batam Wardi Atmowiyono mengungkapkan itu, melihat banyaknya caleg yang tiba-tiba muncul di nomor urut 1 sebuah partai politik. ”Kader akar jenggot ini pasti takut pada aturan suara terbanyak,” kata Wardi.
Ciri-ciri kader akar jenggot, lanjutnya, berusaha dipasang di nomor satu dengan menghalalkan segala cara, dan dekat dengan elit partai tapi sama sekali tak mengakar ke bawah. ”Kalau ia sudah dapat nomor urut 1, ia akan tidur saja tak bekerja untuk memenangkan partai karena merasa dirinya sudah pasti jadi,” tukas Ketua BP Pemilu DPC PDI Perjuangan Batam, itu.
Saat ini, banyak partai besar yang tak lagi memasang wajah-wajah lama di nomor urut 1. Sejumlah anggota DPRD Batam, misalnya, banyak tak lagi dipasang di nomor satu oleh partainya, baik partai yang menggunakan suara terbanyak atau tidak.
Fenomena ini, kata Wardi, ada plus-minusnya. Wajah lama bisa jadi tak dipasang di nomor urut atas untuk merubah imej partai, bagian dari strategi partai atau karena anggota Dewan itu sekarang tak lagi menjadi pengurus di struktur partai. ”Padahal, wajah lama memiliki modal lebih populer, sudah lebih banyak berbuat ke masyarakat dan juga lebih mapan dari sisi keuangan,” ujarnya. (med)
|