Angkutan bagi para pemudik untuk merayakan Natal terancam karena kapal Kelud harus naik DOK |
 |
Today's Must-Reads
Editorials
Mendengar janji penghapusan PP 63, Importir rame-rame daftar ulang ke BC
Penurunan harga BBM dinilai oleh anggota Dewan harus diiringi dengan penurunan tarif angkutan | |
|
Buka Bersama, 110 Orang Keracunan |
|
Senin, 22 September 2008 | 10:15:47 |
|
Pembagian Pondok Ramadan Sekolah
MALANG - Perbuatan amal berujung petaka
tidak hanya terjadi di Kota Pasuruan. Hal yang sama terjadi di Malang
kemarin (21/9).
Sebanyak 110 orang keracunan setelah mengonsumsi takjil
(makanan pembuka buka puasa) berupa es buah yang diberikan Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa, Jl Sebuku, Bunulrejo, Blimbing,
Sabtu (20/9). Jumlah korban diprediksi bakal bertambah karena takjil
yang diedarkan mencapai 250 bungkus.
Berdasar informasi yang diperoleh Radar Malang (Jawa Pos Group),
kejadian tersebut berawal dari acara penutupan pondok Ramadan yang
diadakan sekolah sejak Senin (15/9) hingga Sabtu (20/9). Khusus pada
acara penutupan itu, sekolah berinisiatif membagikan 250 bungkus takjil
berupa es buah kepada siswa. Sekolah menyarankan agar siswa membagikan
takjil kepada masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Hidangan
takjil yang dimasak Wariyah, 40, istri tukang kebun sekolah, tersebut
diberikan kepada siswa Sabtu (20/9) sekitar pukul 11.00. Kemudian,
siswa mendistribusikan sorenya menjelang buka puasa. Sejumlah korban
yang menerima takjil tersebut mengonsumsinya selepas berbuka puasa.
Reaksi
keracunan baru dirasakan korban Sabtu malam hingga Minggu pagi.
''Rata-rata korban muntah-muntah, badan lemas, mata berkunang-kunang,
dan buang air besar puluhan kali,'' ungkap Kepala Desa Tunjungsekar
Didik Gatot di IRD Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang saat
mengantarkan warganya berobat.
Jumlah korban
diketahui berasal dari tiga wilayah di Kecamatan Singosari. Yakni, Desa
Tunjungtirto (33 orang), Desa Banjararum (41 orang), dan Desa Baturetno
(36 orang). Khusus di Tunjungtirto, ada lima korban balita (5 bulan
hingga 5 tahun), 10 anak berumur 7-12 tahun, dan sisanya dewasa.
Untuk
korban di Desa Banjararum, tepatnya di Dusun Tanjung, korban rata-rata
adalah jamaah musala di desa setempat yang sedang bertadarus. Tak
luput, Ustad Mansyur yang memimpin tadarus turut menjadi korban dan
harus dilarikan ke RS terdekat. Dia tidak keracunan sendiri, melainkan
bersama anaknya, Navis, 12.
Kemudian, di Desa
Baturetno, keracunan menimpa warga dua dusun, yakni Dusun Nampes dan
Pakel. Sebanyak 50 bungkus takjil yang diedarkan di dusun tersebut
dibagikan kepada warga dan musala.
Gelombang
kedatangan para korban ke RS terpantau sekitar pukul 10.00. Ada yang
datang berkelompok diantar kepala desa, ada pula yang datang perorangan
diantar kerabat keluarga.
Sumber Racun
Sumber keracunan itu diduga berasal dari es buah
yang dikonsumsi korban. Polisi sudah menyita es buah untuk diperiksakan
ke laboratorium. Kapolsek Singosari AKP Indro Susetyo menyatakan,
pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi yang mengedarkan takjil dan
pihak sekolah.
''Sisa es buah kami sita dan
akan dibawa ke lab Polda Jatim untuk diperiksa,'' katanya saat ditemui
di IRD RSSA Malang. ''Katanya rasa minuman itu kecut dan berlendir,''
ujarnya.
Hingga petang kemarin, polisi terus
memantau sejumlah desa yang terdistribusi takjil dari SMK di Kota
Malang tersebut. Indro terus mengoptimalkan anak buahnya di lapangan
untuk mendata adanya korban keracunan lain akibat mengonsumsi takjil.
Dikonfirmasi
soal kejadian tersebut, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMK
Tunas Bangsa Endah Sriwahyuni mengungkapkan, ada delapan siswa yang
ditugasi membagikan paket takjil. ''Di antara mereka ada yang
berdomisli di Kabupaten Malang dan Kota Malang,'' jelasnya di Mapolsek
Singosari.
Endah yang juga selaku penanggung
jawab acara pondok Ramadan itu menyatakan, setiap siswa diberi satu
paket takjil berisi 25 bungkus. Es buah tersebut terdiri atas campuran
empat jenis buah segar, yakni nanas, pepaya, melon, dan bengkuang.
Sisa
50 bungkus masing-masing dibawa Sodik (satpam) 25 bungkus dan 25
bungkus lagi diberikan kepada enam guru, termasuk Endang. ''Saya juga
membawa tiga bungkus dan mengonsumsinya. Alhamdulillah, saya tidak keracunan,'' katanya.
Pemilihan
delapan siswa pembagi takjil itu, menurut Endang, dilakukan secara
kebetulan. Sebab, siang itu sekitar pukul 11.00, mereka masih berada di
sekolah, sedangkan siswa yang lain sudah pulang.
Endang
baru tahu takjil itu bermasalah setelah dihubungi Adi Satria, siswanya
asal Desa Tunjungtirto, Singosari. Adi memberi tahu bahwa banyak
tetangganya yang keracunan setelah mengonsumsi takjil dari sekolahnya.
Endang
meminta maaf atas musibah tersebut. ''Kami akan bertanggung jawab
sepenuhnya atas kejadian ini. Kami menganggap ini musibah. Tidak
selamanya niat baik selalu terlaksana dengan baik,'' ungkapnya.
Dia
juga menduga jumlah korban pasti lebih dari yang diketahui sekarang.
Sebab, empat siswa asal Kota Malang yang membagikan takjil di sekitar
tempat tinggal mereka belum memberikan informasi. ''Sampai sekarang
kami belum tahu kondisi mereka (siswa bersama tetangga dan kerabatnya,
Red,)'' ujarnya.
Terkait dengan keracunan masal
di Singosari tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang
kemarin langsung turun ke lapangan. Selain memberikan pertolongan
kepada korban keracunan, petugas dinkes mengambil sampel sisa es.
Sampel es yang diduga mengandung racun tersebut akan diuji di
laboratorium dinkes kabupaten dan provinsi.
Menurut
Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Malang dr Agus Wahyu Arifin, pihaknya
sudah mengambil sampel es buah tersebut dan langsung dibawa ke dinkes.
Karena
hasil laboratorium masih seminggu lagi, Agus belum mengetahui bakteri
jenis apa yang masuk dalam es buah tersebut. Untuk mengungkap penyebab
keracunan masal itu, dinkes juga berkoordinasi dengan Polsek Singosari.
(mas/bb/ziz/jpnn/kim)
|
|  |
|
Internasional
-
Rio de Jeneiro (BCZ) Pemerintah Brasil telah mencapai kesepakatan
dengan Pemerintah Pakistan untuk menjual 100 rudal mereka ke Pakistan.
Mumbai (BCZ) India terus berusaha mengungkapkan siapa di balik
teror Mumbai. Dini hari kemarin WIB (2/12), New Delhi merilis daftar
teroris most wanted alias paling dicari. Daftar tersebut diserahkan
kepada High Commissioner Pakistan karena India tetap yakin bahwa negara tetangga mereka itu... |
Real Estate
-
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup... BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual... |
|
|