|TV News | RSS |  
Bursa Kerja
OFFSIDE
FEATURED BLOGGERS
KOLOM CAKAP BOLA
  • by

    Ade Adran Syahlan
Google
BISNIS MALL
Angkutan bagi para pemudik untuk merayakan Natal terancam karena kapal Kelud harus naik DOK
Today's Must-Reads
Buka Bersama, 110 Orang Keracunan
Senin, 22 September 2008 | 10:15:47

Pembagian Pondok Ramadan Sekolah
MALANG - Perbuatan amal berujung petaka tidak hanya terjadi di Kota Pasuruan. Hal yang sama terjadi di Malang kemarin (21/9).

Sebanyak 110 orang keracunan setelah mengonsumsi takjil (makanan pembuka buka puasa) berupa es buah yang diberikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tunas Bangsa, Jl Sebuku, Bunulrejo, Blimbing, Sabtu (20/9). Jumlah korban diprediksi bakal bertambah karena takjil yang diedarkan mencapai 250 bungkus.

Berdasar informasi yang diperoleh Radar Malang (Jawa Pos Group), kejadian tersebut berawal dari acara penutupan pondok Ramadan yang diadakan sekolah sejak Senin (15/9) hingga Sabtu (20/9). Khusus pada acara penutupan itu, sekolah berinisiatif membagikan 250 bungkus takjil berupa es buah kepada siswa. Sekolah menyarankan agar siswa membagikan takjil kepada masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Hidangan takjil yang dimasak Wariyah, 40, istri tukang kebun sekolah, tersebut diberikan kepada siswa Sabtu (20/9) sekitar pukul 11.00. Kemudian, siswa mendistribusikan sorenya menjelang buka puasa. Sejumlah korban yang menerima takjil tersebut mengonsumsinya selepas berbuka puasa.

Reaksi keracunan baru dirasakan korban Sabtu malam hingga Minggu pagi. ''Rata-rata korban muntah-muntah, badan lemas, mata berkunang-kunang, dan buang air besar puluhan kali,'' ungkap Kepala Desa Tunjungsekar Didik Gatot di IRD Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang saat mengantarkan warganya berobat.

Jumlah korban diketahui berasal dari tiga wilayah di Kecamatan Singosari. Yakni, Desa Tunjungtirto (33 orang), Desa Banjararum (41 orang), dan Desa Baturetno (36 orang). Khusus di Tunjungtirto, ada lima korban balita (5 bulan hingga 5 tahun), 10 anak berumur 7-12 tahun, dan sisanya dewasa.

Untuk korban di Desa Banjararum, tepatnya di Dusun Tanjung, korban rata-rata adalah jamaah musala di desa setempat yang sedang bertadarus. Tak luput, Ustad Mansyur yang memimpin tadarus turut menjadi korban dan harus dilarikan ke RS terdekat. Dia tidak keracunan sendiri, melainkan bersama anaknya, Navis, 12.

Kemudian, di Desa Baturetno, keracunan menimpa warga dua dusun, yakni Dusun Nampes dan Pakel. Sebanyak 50 bungkus takjil yang diedarkan di dusun tersebut dibagikan kepada warga dan musala.

Gelombang kedatangan para korban ke RS terpantau sekitar pukul 10.00. Ada yang datang berkelompok diantar kepala desa, ada pula yang datang perorangan diantar kerabat keluarga.

Sumber Racun
Sumber keracunan itu diduga berasal dari es buah yang dikonsumsi korban. Polisi sudah menyita es buah untuk diperiksakan ke laboratorium. Kapolsek Singosari AKP Indro Susetyo menyatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi yang mengedarkan takjil dan pihak sekolah.

''Sisa es buah kami sita dan akan dibawa ke lab Polda Jatim untuk diperiksa,'' katanya saat ditemui di IRD RSSA Malang. ''Katanya rasa minuman itu kecut dan berlendir,'' ujarnya.

Hingga petang kemarin, polisi terus memantau sejumlah desa yang terdistribusi takjil dari SMK di Kota Malang tersebut. Indro terus mengoptimalkan anak buahnya di lapangan untuk mendata adanya korban keracunan lain akibat mengonsumsi takjil.

Dikonfirmasi soal kejadian tersebut, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan SMK Tunas Bangsa Endah Sriwahyuni mengungkapkan, ada delapan siswa yang ditugasi membagikan paket takjil. ''Di antara mereka ada yang berdomisli di Kabupaten Malang dan Kota Malang,'' jelasnya di Mapolsek Singosari.

Endah yang juga selaku penanggung jawab acara pondok Ramadan itu menyatakan, setiap siswa diberi satu paket takjil berisi 25 bungkus. Es buah tersebut terdiri atas campuran empat jenis buah segar, yakni nanas, pepaya, melon, dan bengkuang.

Sisa 50 bungkus masing-masing dibawa Sodik (satpam) 25 bungkus dan 25 bungkus lagi diberikan kepada enam guru, termasuk Endang. ''Saya juga membawa tiga bungkus dan mengonsumsinya. Alhamdulillah, saya tidak keracunan,'' katanya.

Pemilihan delapan siswa pembagi takjil itu, menurut Endang, dilakukan secara kebetulan. Sebab, siang itu sekitar pukul 11.00, mereka masih berada di sekolah, sedangkan siswa yang lain sudah pulang.

Endang baru tahu takjil itu bermasalah setelah dihubungi Adi Satria, siswanya asal Desa Tunjungtirto, Singosari. Adi memberi tahu bahwa banyak tetangganya yang keracunan setelah mengonsumsi takjil dari sekolahnya.

Endang meminta maaf atas musibah tersebut. ''Kami akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian ini. Kami menganggap ini musibah. Tidak selamanya niat baik selalu terlaksana dengan baik,'' ungkapnya.

Dia juga menduga jumlah korban pasti lebih dari yang diketahui sekarang. Sebab, empat siswa asal Kota Malang yang membagikan takjil di sekitar tempat tinggal mereka belum memberikan informasi. ''Sampai sekarang kami belum tahu kondisi mereka (siswa bersama tetangga dan kerabatnya, Red,)'' ujarnya.

Terkait dengan keracunan masal di Singosari tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang kemarin langsung turun ke lapangan. Selain memberikan pertolongan kepada korban keracunan, petugas dinkes mengambil sampel sisa es. Sampel es yang diduga mengandung racun tersebut akan diuji di laboratorium dinkes kabupaten dan provinsi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Malang dr Agus Wahyu Arifin, pihaknya sudah mengambil sampel es buah tersebut dan langsung dibawa ke dinkes.

Karena hasil laboratorium masih seminggu lagi, Agus belum mengetahui bakteri jenis apa yang masuk dalam es buah tersebut. Untuk mengungkap penyebab keracunan masal itu, dinkes juga berkoordinasi dengan Polsek Singosari. (mas/bb/ziz/jpnn/kim)
 
MM Research Polls
Mampukah Pemerintah Indonesia Mengatasi Krisis Ekonomi?
Lebih Burukkah Krisis Tahun Ini Dibandingkan dengan 1997 Yang Lalu?
Jenis Kelamin Anda
Batam Pos
Batam Pos
Posmetro
Batam TV
Graha Pena
Ripos Bintana
Batam News
Matrix Consultant
Internasional
  • Rio de Jeneiro (BCZ) Pemerintah Brasil telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Pakistan untuk menjual 100 rudal mereka ke Pakistan.
    Mumbai (BCZ) India terus berusaha mengungkapkan siapa di balik teror Mumbai. Dini hari kemarin WIB (2/12), New Delhi merilis daftar teroris most wanted alias paling dicari. Daftar tersebut diserahkan kepada High Commissioner Pakistan karena India tetap yakin bahwa negara tetangga mereka itu...
Real Estate
  • Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR), konsumen cukup...
    BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja sedang menjual...


Portal News
Surat Kabar
Majalah
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Copyright 2008 - Batam Cyber Zone. All rights reserved. Best View : 1024 x 768 with Firefox
About Us | Advertise with Us | Subscribe | Contact Us