Bacok Pegawai, Rampas Semua Dompet Pengunjung
Malang (BCZ) Aksi perampokan sadis terjadi dini hari kemarin pukul
01.30 di Kota Malang. Sasarannya sebuah warung internet (warnet) yang
beroperasi 24 jam, yakni "Ciliwung.Net'' yang berada di komplek Ruko
Ciliwung Indah Kavling 3, Jl Ciliwung, Kecamatan Blimbing.
Tidak ada korban jiwa dalam tragedi berdarah itu, namun satu pegawai menderita luka berat akibat bacokan celurit milik pelaku, yakni Jimmy Alexander, 22. Sedangkan lima pengunjung warnet di lantai I menjadi target pemerasan kawanan perampok. Tentang nilai kerugian belum diperoleh keterangan resmi karena polisi masih menyelidiki kasusnya. Namun, pelaku merampas uang di kotak meja kasir dam semua dompet serta HP milik pengunjung.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30. Pelaku yang diketahui berjumlah empat orang ini semuanya mengenakan jaket serba hitam bersenjatakan celurit.
"Saat beraksi, kawanan ini mengenakan helm standar tanpa kaca,'' ungkap Jimmy saat ditemui di Kelas III Ruang 15 RS Lavalette Jl WR Supratman, siang kemarin.
Jimmy menceritakan pelaku masuk bersamaan. Berhenti beberapa menit, mereka tidak langsung beraksi, namun diam sejenak sambil mengamati suasana warnet. Melihat gerak-gerik pengunjung yang mencurigakan itu, Jimmy yang saat itu bertugas seorang diri menegurnya.
"Pikir saya, mereka (perampok, Red) bingung mau pilih ruang untuk ngenet (membuka internet, Red). Baru akan saya tegur, dua dari mereka mendatangi saya dan menyekap saya,'' kata Jimmy.
Sambil mengalungkan celurit di lehernya, pelaku melarang Jimmy beranjak dari tempat duduknya. Jika nekat melawan, pelaku mengancam tak segan-segan membunuhnya.
Selagi dua pelaku menyanderanya, dua pelaku lain gerilya mendatangi satu per satu pengunjung yang asyik sedang internetan. Di warnet itu ada 21 unit komputer yang diletakkan di dua lantai. Saat kejadian, jumlah pengunjung ada lima orang.
''Setahu saya dua orang ada di lantai II sedang tiga orang di lantai I,'' kata Jimmy.
Yang dia ketahui, perampok minta korban menyerahkan harta bendanya sambil menghunuskan celurit.
"Ada HP yang diminta, demikian juga jika ada dompet, ya diminta dompet berikut uangnya sekalian,'' kata Jimmy.
Puas menguras harta benda milik pengunjung, dua perampok itu menuju meja kasir dan menguras uang di laci ditaksir jumlahnya sekitar Rp 500 ribu. HP Motorola tipe W 130 milik Jimmy juga tak luput dari incaran perampok.
Usai merampas HP, pelaku belum juga puas. Dua pelaku yang menyandera Jimmy menyabetkan celurit ke arahnya. Satu sabetan mengenai batok kepalanya bagian depan, sedang satunya di punggung sebelah kanan.
"Saya menduga alasan korban melukai saya adalah untuk menghindari agar saya tidak bisa mengejarnya bila kabur,'' katanya.
Dugaan Jimmy tepat, salah satu pelaku sempat berujar sebelum meninggalkan lokasi kejadian. "Sudah, jika begini mereka tak lagi bisa mengejar kita,'' ungkap pegawai warnet yang baru tiga minggu bekerja ini menirukan ucapan perampok.
Sekitar 10 menit beraksi, kawanan pelaku kabur berboncengan sepeda dua sepeda motor. "Dari suaranya, jenis motor yang digunakan bermesin dua tak. Suaranya keras melengking,'' imbuh Jimmy.
Usai pelaku kabur, Jimmy segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan matanya dari kucuran darah di batok kepalanya. Oleh salah satu pengunjung warnet yang ada di lantai II, Jimmy ditolong dilarikan ke RS Lavalette naik sepeda motor. "Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi di lokasi kejadian,'' katanya.
Sejumlah pengunjung mengambil inisiatif menghubungi Polsekta Blimbing. Sekitar pukul 02.00, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung melakukan penyelidikan. Kapolsekta Blimbing AKP Abdul Hadi mengatakan, sebelum beraksi pelaku sudah terlebih dahulu mempelajari lokasi kejadian.
Termasuk jam-jam sepi pengunjung agar aksinya berjalan lancar. "Kami masih menyelidiki kasusnya, termasuk memeriksa saksi pengunjung warnet yang berada di lokasi kejadian saat perampokan berlangsung,'' kata Abdul Hadi. (mas/ziz)
|