Penurunan harga BBM dinilai oleh anggota Dewan harus diiringi dengan penurunan tarif angkutan
Ramai-Ramai Beralih ke Susu Hongkong
Jumat, 19 September 2008 | 10:27:15
Shenzen (BCZ) Kepanikan melanda para orang tua di Tiongkok yang memiliki
bayi yang mengonsumsi susu formula. Mereka berbondong-bondong
mendatangi rumah sakit dan sejumlah klinik untuk memeriksakan bayi
masing-masing.
Ada kekhawatiran sang buah hati terkena gangguan fungsi ginjal menyusul insiden susu bayi yang tercemar melamin.
Langkah lain yang ditempuh, sebagian penduduk negeri tersebut beralih mengonsumsi susu formula impor yang harganya lebih mahal. Barang itu pun terbatas. Bahkan, demi berburu susu yang dinilai aman, mereka berbondong-bondong ke Hongkong, wilayah otoritas Tiongkok. Otoritas Hongkong terpaksa membatasi pembelian susu, yakni maksimal tiga kaleng setiap transaksi.
Departemen Kesehatan Beijing menyatakan, bayi yang mengonsumsi susu formula dapat diperiksakan di 74 rumah sakit yang ada di kota tanpa harus melakukan reservasi. Sedangkan dua rumah sakit lainnya, Beijing Children's Hospital dan Peking University First Hospital, meminta reservasi terlebih dahulu karena jumlah pasien membanjir. Pemerintah Tiongkok diharapkan menambah peralatan ultrasonik untuk pemeriksaan ginjal di kedua rumah sakit tersebut. Shen Ying, wakil direktur Beijing Children's Hospital, menyatakan bahwa rumah sakit itu dibanjiri lebih dari 800 bayi sampai kemarin siang.
He Xiaoying misalnya. Ayah bayi berumur tiga bulan itu cepat-cepat memeriksakan buah hatinya ke rumah sakit. Setelah anaknya dinyatakan positif terkena batu ginjal dan harus kembali dalam lima hari, dia tidak menunggu sampai lima hari. Xiaoying memilih langsung membawa anaknya ke rumah sakit lain untuk melakukan pemeriksaan ultrasonik.
Meski berbagai langkah sudah dilakukan oleh pemerintah Tiongkok, korban susu maut masih berjatuhan. Satu bayi lagi meninggal. Dengan demikian, korban tewas akibat susu beracun itu menjadi empat. Sedangkan lebih dari 6.200 bayi terkena infeksi batu ginjal. Di antara jumlah tersebut, lebih dari 1.300 bayi dirawat di rumah sakit dan 158 lainnya dilaporkan menderita gagal ginjal akut.
Sebagian besar korban adalah bayi yang baru dilahirkan. Menteri Kesehatan Tiongkok Chen Xhu menyatakan, jumlah tersebut mungkin bertambah dengan semakin banyaknya orang tua yang membawa bayi mereka ke rumah sakit.
Untuk membahas skandal susu itu, kabinet Tiongkok mengadakan pertemuan khusus yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Wen Jiabao. Rapat kabinet pada Rabu (17/9) tersebut menetapkan untuk memeriksa secara menyeluruh produk susu (dairy products) dan mereformasi industri susu (dairy industry). Pemerintah Tiongkok menyadari kebobrokan serta kelalaian pengawasan dan pengelolaan di bidang industri. Insiden susu terkontaminasi tersebut menjadi cermin pemerintah setempat untuk membenahi diri. Untuk itu, pemerintah akan meningkatkan sistem pengawasan dan pengelolaan serta menguatkan manajemen industri, khususnya industri susu. (jpnn)
Mumbai (BCZ) India terus berusaha mengungkapkan siapa di balik
teror Mumbai. Dini hari kemarin WIB (2/12), New Delhi merilis daftar
teroris most wanted alias paling dicari. Daftar tersebut diserahkan
kepada High Commissioner Pakistan karena India tetap yakin bahwa negara tetangga mereka itu...
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup...
BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual...