|
Hentikan Pemakaian Parfum Selama Hamil |
|
Kamis, 18 September 2008 | 14:16:49 |
|
Batam (BCZ) Masa-masa kehamilan memang harus selalu dijaga dari
hari ke hari termasuk sejumlah pantangan yang harus dihindari.
Profesor
Richard Sharpe seorang peneliti dari the Medical Research Council's Human
Sciences Unit menyebutkan penggunaan parfum selama kehamilan akan membuat
anak yang mereka lahirkan terutama dari jenis kelamin laki-laki akan
mengalami infertility atau kanker dikemudian hari.
Menurut Professor Richard Sharpe kondisi itu bisa terjadi karena parfum
yang digunakan bisa membuat sistem reproduksi janin laki-laki mengalami
kerusakan setidaknya dalam 8 pekan pertama kehamilan.
Parfum dan sejumlah kosmetik lainya dikuatirkan banyak mengandung
senyawa kimia yang bisa merusak sistem reproduksi janin laki-laki. Dampak dari parfum akan membuat resiko terkena infertility atau testicular cancer meningkat.
Profesor Sharpe menyebutkan bahwa masa kehamilan 8 sampai 12 pekan
menjadi masa yang sangat penting sampai akhirnya wanita itu tahu bahwa
mereka telah mengandung.
Sharpe menyebut pada pekan ke-8 sampai 12 merupakan pekan pergerakan
dari hormones yang ada pada janin termasuk kestabilan sistem reproduksi.
Sejumlah masalah fertifilitas pada para pria saat ini seperti undescended testicles, low sperm count dan testicular cancer
sebenarnya sudah bisa dipastikan pada saat janin dikandungan lantaran
hormon testosterone tidak bekerja semestinya.
Pengujian pada tikus yang dilakukan oleh Profesor Sharpe memastikan hal
itu dimana perkembangan hormon terblokir karena masalah dengan
fertilitas itu.
"Body cream dan parfume sebaiknya mulai dihentikan pemakaiannya oleh para
wanita saat mereka mengatahui telah hamil karena itu bisa merusak
janin,' papar Profesor Sharpe.
Sharpe menyebut jika ada pertanyaan bagaimana body cream dan parfum
bisa memberikan dampak merusak seperti itu, maka itu merupakan
persoalan lain.
Dalam 30 tahun terakhir selain resiko inferlititas dan kanker testis,
kualitas dan jumlah sperma mengalami penurunan drastis dimana hal ini
diperkirakan menimpa satu dari tiga pria.
Sedangkan Testicular cancer diperkirakan mengalami kenaikan diseluruh dunia 1 persen sampai 6 persen setiap tahunya.
Namun sejumlah pihak meminta agar para wanita untuk tidak panik dengan saran yang disampaikan oleh Profesor Sharpe itu. (jhs)
|