|
Batam (BCZ) Kita
pernah merasa telinga berdengung. Biasanya hal itu terjadi hanya
beberapa detik, kemudian normal kembali atau disebut dengan recovery.
“Sebenarnya itu sesuatu yang alami,” ujar dr Abla Ghanie SpTHT
Namun, harus dihindari jangan sampai sering mengalaminya. Keseringan munculnya dengungan karena kebisingan tersebut bisa mengakibatkan gangguan pada organ pendengaran kita.
“Dengungan di telinga berarti sinyal adanya gangguan yang bisa terjadi pada alat pendengaran kita. Kalau terjadi terus menerus, maka kita bisa mengalami ketulian," tambahnya .
Dengung banyak sekali penyebabnya. Antara lain disebabkan telinga ada kotoran. Apabila kena air, maka telinga akan berdengung. Bisa juga karena adanya infeksi liang atau telinga tengah, gangguan syaraf telinga dan lain sebagainya.
Secara anatomi telinga manusia memiliki tiga bagian penting yakni telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Masing-masing memiliki fungsi tersendiri dalam mengoptimalkan pendengaran kita.
Telinga luar dan tengah masing-masing berfungsi memberi energi mekanik (suara) diteruskan ke telinga dalam dan diubah menjadi energi listrik. Energi ini akan diteruskan ke otak ke pusat pendengaran.
“Dengan itu membuat kita mengerti yang orang katakan,” jelasnya.
Gangguan fungsi pada salah satu bagian telinga tersebut, akan menyebabkan pendengaran berkurang. Telinga punya peranan penting dalam hidup manusia. Organ ini tidak sekadar diperlukan dalam proses komunikasi. Dua peranan lain yang tak kalah pentingnya yakni untuk proteksi dan kenikmatan.
“Bayangkan kalau ada klakson mobil atau motor dan kita tidak mendengar. Akan sangat berbahaya sekali. Atau kita ingin mendengar lagu-lagu yang kita senangi, tapi nggak bisa,” tambahnya.
Karena itu, sudah sepantasnya kualitas pendengaran dipertahankan. Salah satunya yakni dengan menghindari telinga kita dari bunyi-bunyian yang bising. Sebagaimana organ tubuh lainnya, telinga punya peranan vital bagi kehidupan manusia.
|