|
Blitar (BCZ) Gara-gara SMS nyasar ke cewek, mengantarkan Yuliono masuk penjara.
Sebab, setelah berkenalan itu berlanjut menodai Srintil, sebut saja begitu, yang masih duduk di bangku SMA di salah satu gudang di Gandusari setelah dia kesepian, karena sudah setahun ditinggal istrinya bekerja ke Hong Kong.
Kasus itu berawal ketika Yuliono, warga Desa Butun, Kecamatan Gandusari, secara tak sengaja salah mengirim pesan singkat ke Srintil yang masih berusia 15 tahun. Dari kenalan itu, akhirnya mereka sepakat kopi darat atau bertatap muka langsung.
"Kejadiannya berawal iseng sekitar seminggu lalu," kata Kapolsek Gandusari AKP Sukadi melalui Kanit Reskrim Aiptu Et Wibowo.
Perkenalan melalui teknologi disepakati untuk bertemu di suatu tempat. Korban yang masih duduk di bangku SMA sering dijemput di rumahnya di Desa Jajar, Kecamatan Talun. Tanpa curiga korban pun hooh saja. Dia tidak menyadari jika itu tipu muslihat pelaku saja. Suatu hari, sekitar pukul 13.00, korban diajak jalan-jalan mengendarai sepeda motor. Di tempat kosong di dalam gudang, di daerah Gandusari korban diajak minum-minuman keras. Dalam keadaan linglung korban disetubuhi.
"Saya spontan saja, wong sama-sama minum," kata Yuliono dengan enteng.
Saat melakukan pencabulan, Yuliono dalam keadaan sadar. Bahkan, korban menurutnya juga seakan tidak menolak.
"Dia lho tidak menolak," jelasnya.
Dari kejadian itu perilaku Srintil berubah. Dia sering termenung sendiri di rumah. Keluarga pun semakin curiga dan menanyakan apa yang telah terjadi. Dari penututan anaknya itu keluarga emosi dan melaporkan ke kantor polisi.
"Lagi apes," kata Yuli yang ogah diminta nikah dengan korban itu. (jpnn/ziz)
|