Penurunan harga BBM dinilai oleh anggota Dewan harus diiringi dengan penurunan tarif angkutan
Saatnya Menebus Barang
Rabu, 17 September 2008 | 11:22:48
Karimun (BCZ) Jika pada bulan Juli lalu kecendrungan warga
lebih banyak menggadaikan barangnya di Kantor Pegadaian Tanjungbalai
Karimun, maka menjelang masuknya hari Raya Idul Fitri, trennya warga
lebih banyak yang menebus barang di pegadaian.
”Jelang lebaran ini warga lebih suka mengambil barangnya di pegadaian. Ini tidak terlepas dengan banyaknya pengiriman uang dari luar Karimun dan dipengaruhi tingginya perputaran uang didaerah,’’ kata Kepala Cabang Kantor Pegadaian Tanjungbalai Karimun, Eri .
Fenomena ini sedikit berbeda dengan tren atau kebiasaan masyarakat di kota-kota besar. Biasanya, mereka lebih suka mengadaikan barang saat akan balik kampung. Tindakan ini dilakukan demi keamanan selama mudik lebaran. Jenis barang yang sering digadaikan, 90 persen merupakan barang jenis emas, sedangkan 10 persennya barang elektronik berupa ponsel dan sepeda motor.
”Dimana barang yang digadaikan jangka waktunya 2 hingga 4 bulan. Pada umumnya mereka melakukan peminjaman untuk usaha dan investasi pendidikan anak-anaknya,’’ terangnya.
Dikatakan, kendati tren jelang lebaran ini lebih banyak yang menebus barang, tidak mempengaruhi omset pegadaian. Tahun ini, omset mencapai Rp25,2 miliar.
”Itu artinya, dari target omset sebesar Rp 33 miliar, tahun 2008 ini sudah tercapai sekitar 76,24 persen. Insya Allah dalam waktu empat bulan lagi omset yang sudah ditargetkan kantor pusat bisa tercapai,’’ ungkapnya.
Disamping peminjaman dengan cara menggadaikan barang, Kantor Pegadaian Tanjungbalai Karimun sejak September 2007 lalu juga sudah memberlakukan Vidusia atau peminjaman kredit bagi usaha kecil dan makro dengan bunga lunak sebesar 0,9 persen per bulan dengan jangka waktu 1 - 3 tahun.
”Sejak diluncurkan kredit Vidusia tahun 2007 lalu, saat ini jumlah pinjaman yang sudah dikucurkan mencapai Rp1,3 M. Dengan bunga kecil Pegadaian tentunya memberikan kemudahan kepada pelaku usaha untuk terus mengembangkan usaha,’’ tegasnya. (BP/yud)
Mumbai (BCZ) India terus berusaha mengungkapkan siapa di balik
teror Mumbai. Dini hari kemarin WIB (2/12), New Delhi merilis daftar
teroris most wanted alias paling dicari. Daftar tersebut diserahkan
kepada High Commissioner Pakistan karena India tetap yakin bahwa negara tetangga mereka itu...
Perumahan Bukit Surya Indah (BSI) Residence yang dibangun PT Putera
Karyasindo Prakasa (PKP), membuat program khusus selama Ramadan. Bagi
konsumen yang membeli rumah di BSI, akan diberikan ketupat BSI senilai
Rp 10 juta. Menariknya, untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR),
konsumen cukup...
BATAM —Ketatnya bisnis properti di Batam, membuat pengembang
dituntut kreatif untuk memasarkan produknya. PT Kurnia Djaja Mukmur
Abadi misalnya, membebaskan biaya legalitas kepemilikan rumah untuk
konsumennya yang membeli rumah di Kurnia Djaja. Saat ini, Kurnia Djaja
sedang menjual...