|
Jakarta (BCZ) Markas Besar TNI terus berusaha memperketat jalur
pengamanan perbatasan Indonesia-Malaysia. Salah satu caranya dengan
menambah jumlah pos perbatasan. Pos-pos baru ini akan dibangun di
Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
"Tentunya bertahap, fungsinya untuk memaksimalkan pengamanan dalam jalur sepanjang 2.004 kilometer," ujar Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI Kolonel Ahmad Yani Basuki.
Selain membangun pos baru, TNI juga akan memperbaiki pos-pos lama yang rusak karena faktor alam.
"Nantinya tidak hanya 11 pos baru tapi akan diupayakan hingga 32 pos baru," kata perwira bergelar doktor sosiologi militer Universitas Indonesia itu.
Saat ini di perbatasan RI-Malaysia hanya dijaga oleh 30 pos yang terdapat di Kalimantan Barat. Padahal luasnya mencapai 966 kilometer. Itupun, empat di antaranya merupakan pos gabungan Indonesia-Malaysia.
Di wilayah Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Sabah sepanjang 1.038 kilometer, hanya terdapat 15 pos penjagaan. Dua di antaranya pos gabungan.
Provinsi Kalimantan Barat terdiri atas 12 kabupaten dan dua kota. Dari 12 kabupaten itu, ada lima kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu Kabupaten Sanggau, Sambas, Bengkayang, Sintang, dan Kabupaten Kapuas Hulu. "Pos-pos itu bertugas untuk mencegah kegiatan illegal yang melanggar hukum," kata Yani. Misalnya, tindak pembalakan liar, perdagangan manusia, penyelundupan bahan peledak, infiltrasi, sabotase, serta kegiatan intelijen asing .
Di luar jalur keluar masuk perbatasan resmi, TNI juga mewaspadai jalan-jalan setapak yang bisa digunakan sebagai akses lalu lintas orang. "Penanggungjawab utamanya ada di jajaran Kodam Tanjungpura," jelasnya.(jpnn)
|