|
Batam (BCZ) Menjadi tua dan mudah lelah. Rasanya, dua kondisi
itu sering berjalan bersama. Namun, jangan salah. Perasaan mudah lelah
yang teramat sering dialami biasanya merupakan tanda adanya masalah
serius pada kesehatan.
Itu makin serius karena tidak segera mendapat penanganan. Sebab, dokter maupun pasien kerap menganggap itu sebagai tanda normal. Perasaan mudah lelah terjadi karena kekurangan energi. Kondisi tersebut bisa menimbulkan potensi rawat inap bahkan kematian bagi pasien jika tidak segera diatasi.
Ada enam tanda yang menunjukkan bahwa kelelahan itu sebagai indikator ada yang salah dalam tubuh. Yaitu, (1) merasa selalu tidak punya energi, (2) merasa gerakan fisik menjadi lemah dalam waktu sebulan terakhir, (3) melakukan kegiatan lebih sedikit daripada bulan lalu, (4) gerakan makin lambat ketika pagi tiba, (5) bangun tidur merasa lelah, dan (6) hanya tidur dua jam sehari. Cukup menjawab iya untuk dua kondisi di atas, Anda harus segera datang menemui dokter langganan.
Kelelahan bisa menjadi petunjuk terjadinya sejumlah penyakit. Antara lain, artritis, gangguan tidur, dan gangguan cardiovascular. Mereka yang lanjut usia dan mengalami perasaan itu sebaiknya segera melakukan checkup untuk memastikan bahwa kelelahan itu bukan pertanda serius masalah kesehatan.
Pendapat bahwa usia tua harus selalu dibarengi dengan kondisi mudah lelah tidak benar. Kelelahan itu terjadi pasti karena alasan kesehatan. Biasanya, kekurangan energi dan kelelahan terus-menerus tersebut tidak disebabkan satu hal saja. Bisa saja karena mengalami sakit pada lutut, sakit jantung, atau rantai jam tidur yang tidak baik. Namun, mereka sering tidak tahu apa yang terjadi. Mereka hanya datang ke dokter dan berkata, saya merasa lelah sepanjang waktu.
Dokter biasanya menjawab, itu hal biasa terjadi karena Anda sudah tua. Pasien pun merasa setuju saja mendengarnya. Padahal, ada masalah kompleks yang berkaitan dengan usia tua.
Kekurangan energi itu tidak harus terjadi ketika usia lanjut. Memang, begitu kita tak lagi muda, diperlukan usaha lebih keras untuk menjalani kegiatan harian. Tapi, dengan fokus perhatian dan extra time, melakukan kegiatan fisik dengan tangkas bukan hal mustahil.
Yang bahaya jika pasien sebetulnya terkena artritis atau sakit lutut dan dokter hanya bilang apa yang dirasakan sebagai sesuatu yang normal. Kondisinya bisa menjadi makin parah. Dia bisa menjadi lumpuh.
Untuk mencegah hal itu, pasien seharusnya mencari dengan tepat dan detail apa yang terjadi di balik rasa lelah yang sering dialaminya itu. Jika perlu, buat diary untuk mencatat perubahan kondisi. Agar Anda tak pernah merasa bahwa apa yang sedang terjadi itu hal biasa," ujarnya.
Cara untuk mencegah terjadinya kekurangan energi itu adalah dengan olahraga tiap hari sesuai dengan kemampuan. Itu akan selalu melatih keseimbangan dan fleksibilitas Anda. (jpnn)
|