Rencanakan Perampokan di Nagoya
TANJUNGUBAN
- Tidak lebih dari 12 jam, empat perampok rumah Cow Yun, toke ikan dan
udang Desa Pengujan, Teluk Bintan, berhasil dibekuk jajaran Satreskrim
Polres Bintan dan Polsek Teluk Bintan, Senin (15/9) pukul 09.00 WIB.
Keempat pelaku yang merupakan warga Batam ini, yaitu Sulaiman (29), Waldi (28), Adi (28), dan Sarmin (28). Sedangkan enam pelaku lainnya masih dalam pengejaran, dua diantaranya otak perampokan, Candra dan Ucok.
Dari tangan pelaku, polisi menyita dua unit senjata api rakitan jenis revolver, empat peluru kaliber 36, dua parang dan ponsel. ”Kami menduga pelaku ini merupakan pemain atau pelaku perampokan yang profesional,” ujar Kapolres Bintan AKBP YS Widodo kepada wartawan, kemarin.
Kapolres yang ikut turun ke lapangan bersama Kasatreskrim dan sejumlah perwira Polres Bintan, begitu mendengar ada perampokan langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). Keempat pelaku ini tertangkap, setelah mereka ditinggal kawannya yang berada di speedboat. Selain empat yang ditangkap ini, Candra dan Ucok juga ditinggal, namun mereka berhasil kabur dari sergapan warga dan polisi.
Mereka ditinggal karena melihat warga berdatangan saat perampokan berlangsung, Ahad (14/9) malam. Saat itu diduga karena panik Sulaiman dan Waldi yang memegang senjata api serta dua kawannya, mencoba kabur dengan naik sampan tetangga korban. Begitu juga Ucok dan Candra mereka naik sampan lain.
Namun karena tak kenal seluk beluk perairan itu dan kondisi gelap, mereka akhirnya mendarat tak jauh dari lokasi kejadian. Mereka pun akhirnya ditangkap warga dan polisi. Sedangkan dua orang, Candra dan Ucok yang bersenjata samurai kabur ke arah hutan di bibir pantai tak jauh dari tempat kejadian.
Saat penangkapan berlangsung, Sarmin, warga Bukit Senyum, Batam ini sempat berduel dengan anggota polisi yang mengejar, sebelum akhirnya menyerah dan sempat menjadi bulan-bulanan massa. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sebilah parang yang digunakan untuk merampok.
Setelah tersangka Sarmin ditangkap, baru tiga tersangka lainnya menyusul diringkus. Mereka yaitu Sulaiman, Waldi dan Adi. Sama dengan Sarmin, Sulaiman yang memegang senjata sempat mengacung-acungkan pistol ke arah anggota polisi dan warga yang akan menangkapnya, namun Sulaiman akhirnya menyerah. Mereka sempat dipukuli warga sebelum dibawa ke Mapolres Bintan.
Dari gerak-geriknya, kata Widodo, pelaku ini terlihat cukup profesional bahkan dicurigai kerap melakukan perbuatan serupa. ”Kami masih mengembangkan itu,” jelas Kapolres.
Dirancang Dua Hari di Nagoya
Tersangka Sulaiman menyebutkan, Ucok dan Candra sebagai otak perampokan. Kepada Sulaiman, Candra mengaku sebagai aparat. Mengenai senjata rakitan yang dibawanya, Sulaiman mengaku memperolehnya dari temannya, warga Batam asal Palembang berinisial Ar.
Perampokan ini, mereka rancang dua hari sebelum beraksi di Nagoya, Batam. Ahad (14/9) mereka mencarter mobil Toyota Kijang dan sedan menuju ke Dapur Enam, Tembesi.
Dari Dapur Enam sekitar pukul 17.00 wib, Sulaiman dan kawan-kawan mencarter speedboat menuju ke rumah korban. Mereka sampai sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung beraksi.
Tiba di lokasi kejadian, Sulaiman dan tiga rekannya langsung menyatroni rumah Cow Yun. Sedangkan Ucok dan Candra menyatroni kedai di sebelahnya. Saat itu, di rumah Cow Yun hanya ada anaknya, Joko alias Apeng (bukan Junaidi seperti diberitakan sebelumnya) dan anak buah Cow Yun, Junaidi yang terluka tembak.
Apeng yang ditodong pistol akhirnya menunjukan uang dan barang berharga milik orang tuanya. Uang kontan sebanyak Rp45 juta serta sejumlah perhiasan dan barang berharga waktu langsung pindah tangan ke pelaku. Menurut Sulaiman barang jarahan ini, sebagian dibawanya, sebagian dibawa Candra dan Ucok, dan sebagian dibuang ke hutan saat dikejar polisi dan warga.
Mengenai siapa yang menembak Junaidi, Sulaiman mengaku itu perbuatannya karena Junaidi berteriak meminta tolong. Karena tembakan dilakukan dari jarak dekat, peluru yang ditembakan dari bagian belakang kepala tembus mengenai otak korban dan mata kanan. Setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang, kabar terakhir korban yang kritis akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros (RSAB), Batam.
Aksi perampokan ini mendapatkan perhatian serius dari petinggi Polda Kepri. Direskrim Polda Kepri langsung turun ke Polres Bintan untuk menginterogasi tersangka. Turunnya Direskrim Polda Kepri ini memperkuat dugaan kalau pelaku adalah orang-orang yang profesional dan sering beraksi.
Todongkan Pistol ke Kepala
Apeng menerangkan saat kejadian ia dan Junaidi sedang duduk di depan kedainya. Sementara ayahnya, Cow Yun sedang di Batam. Saat itu, tiba-tiba para pelaku muncul sambil menghunus senjata tajam dan pistol.
Melihat gelagat kurang baik tadi, Apeng langsung lari ke belakang rumah bersembunyi di kamar mandi. Tampaknya pelaku mengetahui Apeng bersembunyi di dalam kamar mandi, sehingga langsung mendobrak pintu kamar mandi. Kepala Apeng ditodong pistol dan sempat dipukuli agar menunjukkan harta orang tuanya.
Sedangkan Junaidi yang juga ditodong, berbuat lebih nekad dengan berteriak minta tolong, sehingga pelaku menembaknya. (cnt)
|