|
Jalur KA Semarang Rawan Banjir-Longsor |
|
Senin, 15 September 2008 | 10:54:31 |
|
SEMARANG -
Kereta api (KA) tampaknya masih akan menjadi salah satu pilihan favorit
selama arus mudik dan balik Lebaran. Karena itu, PT KAI Daerah Operasi
(Daops) IV Semarang pun membenahi jalur KA di wilayahnya.
Dari
hasil evaluasi, jalur KA di Daops IV rawan banjir dan longsor. Titik
rawan banjir tersebar mulai Kota Semarang, antara Kaliwungu-Mangkang
dan Weleri. Sedangkan daerah rawan longsor terdapat di sekitar Stasiun
Plabuan, Batang.
Kontur wilayah itu yang berupa perbukitan di
sebelah selatan dan laut di sebelah utara menjadi salah satu penyebab
besarnya ancaman tadi. "Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,
PT KAI menyiapkan alat dan material untuk siaga (amus) di setiap titik
rawan bencana," kata pengawas Operasional Daops IV Semarang Purwanto.
Selain
rawan bencana, di jalur KA sepanjang 330 kilometer itu banyak dijumpai
perlintasan KA tanpa penjagaan dan perlintasan liar. Perlintasan liar
tersebar di antara jalur Krenseng Weleri, Comal-Sragi, serta
Batang-Pekalongan. PT KAI Daops IV Semarang mencatat, dari 638
perlintasan KA yang tersebar dari Semarang hingga Tegal, 489 di
antaranya tidak dijaga dan 59 liar.
Perlintasan liar awalnya
merupakan jalan setapak yang kemudian dibuat jalan kampung tanpa seizin
PT KAI ataupun dinas perhubungan. Sementara itu, perlintasan yang telah
dijaga PT KAI sekitar 78 perlintasan, yang dijaga pemda 12 perlintasan.
"Angka itu belum banyak mengalami perubahan sejak 2007," katanya.
Untuk
sementara, guna menghadapi Lebaran, PT KAI memasang tanda peringatan,
seperti bendera merah, di perlintasan tidak berpalang pintu, memasang
garis kejut, dan rambu lalu lintas di sekitar lokasi. Kemudian,
dilakukan sinergi dengan pemda setempat untuk penyediaan personel,
semisal linmas, yang disiagakan mulai H-7 hingga H+7.
PT KAI juga menambah petugas penjaga palang pintu di perlintasan KA padat lalu lintas, seperti di Pemalang. (ana/jpnn/ruk)
|